Polres Jember :Muspika Wuluhan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bersama pimpinan Pondok Pesantren

se- kecamatan Wuluhan bertempat di Pendopo Kecamatan Wuluhan Jember, Pagi tadi.Sabtu(6/6/2020)

Rakor tersebut membahas Surat Edaran Bupati Jember Nomer :400/094/1.22/2020 tentangnya kembalinya para Santri menuju Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah kecamatan Wuluhan Jember.

Menurut Kapolsek Wuluhan AKP Akhmad Musofah, SH menjelaskan bahwa hasil Rakor Muspika dengan Pengurus Ponpes yang ada di kecamatan Wuluhan mengatur tahapan kembalinya para Santri ke Ponpesnya masing-masing.

Sebelum memasuki areal Pondok Pesantren, para santri terlebih dahulu akan dilakukan Raped Test bila hasil tesnya reaktif maka Santri tersebut

tidak diperbolehkan masuk ke pesantren namun akan dilakukan karantina mandiri di rumah sakit yang ditujuk oleh pemerintah daerah.

Demi kelancaran kegiatan dimaksud diharapkan pihak pengurus pondok pesantren agar mengirim jadwal kembalinya para santri ke Ponpes

melalui surat ke Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten Jember serta melampirkan nama dan alamat para santri.

Mengenai hal tersebut Kapolsek juga menyampaikan bahwa di kecamatan Wuluhan

telah dibentuk pesantren Tangguh Semeru lokasinya di pondok pesantren Yasinat.

Yang dimaksud pesantren Tangguh, pesantren yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri serta

mampu menjaga secara mandiri keluarga besar pesantren dari Pandemi Covid-19 dilingkungan pondok pesantren tersebut.

Pondok Pesantren Tangguh Semeru benar benar disiplin melakukan protokoler kesehatan, mampu mendeteksi Keluar masuknya tamu kedalam Pesantren

setelah dilakukannya pemeriksaan suhu badan itu semua dilakukan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”ujar Kapolsek Wuluhan.(hms Wuluhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here