Pandemi virus covid 19 masih menghantui indonesia dan dunia,pemerintah juga terus berusaha melakukan tindakan untuk menekan penyebaran virus tersebut.

para dokter dan perawat di rumah sakit juga berusaha dengan bertaruh nyawa untuk mengobati pasien yang terpapar covid 19 agar kembali sembuh

Namun masih adanya penolakan pemakaman covid 19 di berbagai daerah serta mengambil paksa pasien meninggal dunia karena covid 19 di rumah sakit.

Kapolsek sempolan AKP Suhartanto SH MM terjun langsung melaksanakan koordinasi ke warga masyarakat agar tidak terjadi hal serupa di wilayah hukum Polsek sempolan. Selasa (28/07)

pengurusan jenazah Covid-19 sudah dilakukan dengan prosedur khusus dan ketat di rumah sakit. Dalam hal ini, jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat.

Kapolsek sempolan juga menyampaikan kepada kepala Puskesmas (PKM) silo 1 dr.Dian Alfiyatul Uliyah “personil polsek sempolan tangguh siap melakukan pengamanan kapan saja bila didapati pasien meninggal dunia akibat covid 19” tegasnya.

dilain tempat,kapolsek sempolan menghampiri warga yang sedang beraktifitas Sambil menyampaikan pesan kamtibmas dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar jangan ada masyarakat yang melakukan pengambilan paksa jenazah yang dimakamkan sesuai protokol covid 19 karena dimungkinkan akan menularkan ke orang lain.

penanganan pasien meninggal dunia karena covid 19 sudah sesuai ketentuan, petugas rumah sakit dengan menggunakan APD (Alat pelindung diri) lengkap,jenazah dimandikan selanjutnya dikafani dan disterilkan sesuai protokol COVID-19,untuk itu jangan ada lagi penolakan maupun pengambilan paksa jenazah positif covid 19.

guna pencegahan Kapolsek juga mengingatkan agar jangan lupa selalu gunakan masker bila berada di tempat umur,cuci tangan sesering mungkin dan jauhi kerumunan,karena ” inilah cara mudah hindari dan memutus mata rantai penyebaran virus covid 19″ tandasnya. // iud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here