Kasus corona di klaster perkantoran tak hanya di Indonesia, melainkan juga di Amerika Serikat (AS). Salah satu klaster corona perkantoran terjadi di raksasa e-commerce, Amazon.

Tercatat sejak awal Maret, sudah hampir 20 ribu karyawan Amazon yang terjangkit virus corona, tepatnya 19.800 orang. Namun demikian, Amazon mengklaim jumlah tersebut lebih rendah dari prediksi awal.

“Data tentang 1,37 juta pekerja di garis depan, termasuk mereka yang berada di toko grosir Whole Foods Market di AS, menunjukkan tingkat infeksi yang lebih rendah dari yang diprediksi,” tulis Amazon seperti dilansir AFP pada Kamis (1/10) waktu setempat.

Amazon merilis jumlah karyawannya yang positif corona setelah beberapa pekerja di pusat logistik mengkritik pengamanan perusahaan untuk melindungi mereka dari penularan corona.

Para pekerja juga memprotes keengganan perusahaan untuk menyampaikan informasi tentang rekan kerja mereka yang positif corona.

Namun Amazon menampik protes para pekerja tersebut. Perusahaan yang dimiliki orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, mengaku telah meningkatkan tes corona hingga 50.000 dalam sehari.

Sejak awal krisis ini, kami telah bekerja keras untuk memberi tahu karyawan kami, memberi tahu mereka tentang setiap kasus baru di tempat mereka,” ucap Amazon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here