“SEORANG PENGANGGURAN NEKAT JUAL OBAT TANPA IJIN DINAS KESEHATAN SELAMA PANDEMIK COVID-19”

Pada hari Minggu, tanggal 04 Oktober 2020 pukul 20.30 Wib, Unit reskrim Polsek Rambipuji telah ungkap kasus Diduga dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yg tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan ,khasiat atau kemanfaatan dan mutu yg tidak memiliki izin edar berupa obat bentuk tablet warna putih berlogo Y dan obay bentuk tablet warna kuning berlogo DMP, sebagaimana di maksud dalam Pasal 196 sub pasal 197 undang R.I No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan.


*TERSANGKA* :

SA, tempat tanggal lahir Jember umur 27 Th Agama Islam, Pekerjaan Pelajar/mahasiswa, alamat Rambipuji Kab. Jember.

A. LOCUS & TEMPUS DELICTI :

Di pinggir jalan desa Dsn. Bedadung Kulon Desa Kaliwining Kec. Rambipuji pada hari Minggu tanggal 04 Oktober 2020 sekira jam 20.30 Wib.

B. KRONOLOGIS SINGKAT PERISTIWA
PIDANA :

Pada hari Minggu tanggal 04 Oktober 2020 sekira jam 20.30 wib. Di pinggir jalan desa Dsn. Bedadung Kulon Desa Kaliwining Kec. Rambipuji Kab. Jember mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di TKP sering terjadi transaksi obat2 terlarang selanjutnya petugas Polsek Rambipuji melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan kepada tersangka SA yang pada waktu dilakukan penangkapan tersangka sedang mengedarkan obat2 yang dilarang untuk dijual bebas serta pada tersangka ditemukan barang bukti berupa 1 plastik obat bentuk tablet warna putih berlogo Y @ 1000 butir dan 8 klip plastik obat bentuk tablet warna putih berlogo Y @ 5 butir. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dirumah tersangka dan ditemukan 13 plastik obat warna putih berlogo Y @ 1000 butir / plastik, 50 klip plastik obat warna putih berlogo Y @ 5 butir tiap klip. Total keseluruhan 14.290 ( empat belas ribu dua ratus sembilan puluh ) butir dan 10 plastik obat warna kuning berlogo DMP @ 1000 butir / plastik, 5 klip plastik obat warna kuning berlogo DMP @ 17 butir tiap klip, 6 klip plastik obat warna kuning berlogo DMP @ 40 butir tiap klip. Total keseluruhan 10.325 ( sepuluh ribu tiga ratus dua puluh lima ) butir serta uang hasil penjualan sebesar Rp. 1.804.000,- ( satu juta delapan ratus empat ribu rupiah ). Selanjutnya petugas mengamankan dan membawa TSK serta barang bukti ke Polsek Rambipuji untuk proses lanjut.

C. PASAL YANG DI LANGGAR :

Pasal 196 sub pasal 197 undang R.I No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

D. BARANG BUKTI (BB) YG TELAH DI SITA :

a). Uang tunai hasil penjualan obat sebesar Rp.
1.804.000,- ( satu juta delapan ratus empat
ribu rupiah ).
b). 14 plastik obat warna putih berlogo Y @
1000 butir / plastik, 58 klip plastik obat
warna putih berlogo Y @ 5 butir tiap klip.
Total keseluruhan 14.290 ( empat belas ribu
dua ratus sembilan puluh ) butir .
c). 10 plastik obat warna kuning berlogo DMP
@ 1000 butir / plastik, 5 klip plastik obat
warna kuning berlogo DMP @ 17 butir tiap
klip, 6 klip plastik obat warna kuning
berlogo DMP @ 40 butir tiap klip. Total
keseluruhan 10.325 ( sepuluh ribu tiga
ratus dua puluh lima ) butir .

E LANGKAH -LANGKAH YANG DILAKUKAN :

1. Membuat Laporan Polisi, mendatangi TKP
dgn membuat (Sket TKP, Ba TKP).
2. Melakukan Kap TSK.
3. Melakukan Pemeriksaan terhadap TSK dan
Saksi-saksi.
4. Melakukan penggeledahan.
6. Melakukan penyitaan terhadap Barang Bukti (BB).

Kapolsek Rambipuji AKP HARI PAMUJI, SH membenarkan bahwa anggotanya telah melakukan penangkapan terhadap TSK SA dan sekarang TSK ada Tahanan Mapolsek Rambipuji untuk dilakukan penyidikan, terkait peredaran serta penjualan obat tanpa ada ijin dari Diskes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here