Tribratanews Polres Jember : Mbah Toari (90) dikenal sebagai warga miskin yang mencari upah sebagai penjaga serangan hama burung di area persawahan disekitar rumahnya, di Dusun Padasan Desa Darsono Kecamatan Arjasa, Jember.

Disaat padi di sawah hampir panen. Pastilah banyak burung kecil bergerombol makan padi. Petani bisa gagal panen akibat dilahap burung-burung kecil. Karena itu, Mbah Toari selalu diminta petani membantu menjaga sawah mereka.

Saat musim panen telah tiba, segudang senyum harapan dan wajah penuh semangat memancar dari seorang wanita renta. Dia hidup sebatangkara mendiami rumah bambu reot berukuran 3 x 4 M. Saat panen itulah Ia senantiasa pergi ke sawah disekitar rumahnya.

Di musim panen, biasanya banyak burung kecil bergerombol makan padi. Bila dibiarkan petani bisa gagal panen, padinya dilahap burung kecil. Karena itu, Mbah Toari selalu diminta petani membantu menjaga sawah agar mendapatkan upah yang tak seberapa demi menyambung hidup disisa umurnya yang hampir seabad.

Hidup menyendiri. Ia harus membanting tulang mengais rezeki meskipun yang bisa dilakukan hanya sebatas menjaga sawah dari hama burung. Terkadang Mbah Toari juga jadi pemulung, memungut bulir-bulir padi bernas yang amat sayang jika tak terpungut, lantaran terbuang.

Berprofesi sebagai penjaga sawah dan pemulung padi terpaksa Mbah Toari lakoni, agar dapat penghasilan buat makan. Ia berjuang menghalau serangan hama burung. Dan ketika panen Ia kembali ke sawah mengumpulkan bulir bulir padi sisa panen petani. Sebulir dua bulir dikumpulkan hingga bergantang-gantang.

Kadang karena kesabarannya hingga satu karung gabah ia dapatkan. Sekarung gabah yang bercampur dengan butiran tanah dan pasir akibat terpungut bersama tanah sawah.

Padi yang kotor itu pun harus dipisahkan dari tanah dan pasir. Agar beras yang dihasilkan menjadi bersih. Dan tak “ngeres” tatkala ditanakkan untuk dijadikan santapan. Sebagian dimakan, sebagian lagi dijualnya.

Kala tidak ada musim panen padi, Mbah Toari menggantungkan nasibnya pada uluran tangan sesama. Hanya sekedar untuk bisa makan,Ia berharap mendapat bantuan.

Mbah Toari hanya terdiam seribu bahasa. Saat Bhabinkamtibmas Desa Darsono Briptu. Andi Sukma mengunjungi kediamannya. Seolah tak percaya, Polisi datang membawa kebutuhan Sembako dan berbagi sedekah untuk dirinya.

” Mengarungi Kisah hidup Mbah Toari, mengajarkan kepada Kami tentang arti penjaga kehidupan dan pejuang kemanusiaan. Saat Kita belajar bersyukur sudah diberi pangkat dan kedudukan yang berkecukupan, Indahnya berbagi sedekah bersama beliau menjadi pelajaran bagi kami tentang arti memberi hidup bagi penjaga kehidupan ditengah hamparan sawah, ” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribratanews Polres Jember. Rabu Siang (23/12/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here