Jember – Intimidasi terhadap Insan Pers kembali terjadi kali ini korbannya Tahrir media online Nusantaraterkini.com, akibat intimidasi tersebut korban yang didampingi Koko Rahmadani dari KHYI (Kantor Hukum Yustitia Indonesia) Jember dan Ketua AWAS (Aliansi Wartawan Selatan), M. Abdul Subur, mendatangi Mapolsek Jombang untuk melaporkan kejadian tersebut, Rabu siang (05/05/2021).

Tujuan kedatangannya untuk melaporkan perbuatan Trimanto, Kepala Desa Padomasan Kecamatan Jombang yang dianggap telah melakukan persekusi/intimidasi, dan melakukan pengusiran kepada seorang jurnalis yang sedang melakukan tugas peliputan.

Intimidasi tersebut juga menuai kecaman dari Perserikatan Wartawan Jember (PWJ), yang langsung merilis kecaman tersebut.

Ketua PWJ Kustiono menjelaskan, Kasus Pengusiran Wartawan oleh Kades Padomasan, Polisi Harus Usut Kasus Sesuai UU Pers

PWJ juga prihatinan atas kasus yang dialami Tahrir, wartawan media online Nusantaraterkini.com yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan yang diduga dilakukam Kepala Desa Padomasan Kecamatan Jombang, Jember.

Menurut informasi yang dihimpun PWJ,  wartawan Tahrir sudah berusaha dengan baik untuk melakukan tugas jurnalistik dengan mengkonfirmasi Kades Padomasan terkait dugaan penyimpangan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

“Saat melakukan konfirmasi Wartawan Tahrir justru mendapat perlakuan tidak manusiawi berupa, pengusiran, intimidasi, serta kekerasan verbal,” jelas Kustiono.

Adanya kasus tersebut, PWJ menyampaikan sikap:
1. Mengecam tindakan kesewenang-wenangan Kades Padomasan.
2. Mendesak agar Polsek Padomasan, Polres Jember dan Polda Jatim untuk memberikan atensi atas kasus tersebut dan mengusut tuntas sesuai dengan Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999.
3. Mendesak Inspektorat Pemkab Jember dan Bupati Jember segera melakukan tindakan pendisiplinan dan jika diperlukan penjatuhan sanksi terhap Kades Padomasan sesuai dengan aturan yang berlaku.
4. Menyerukan seluruh elemen wartawan Jember untuk bersatu dan bersolidaritas atas kasus kekerasan yang menimpa wartawan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here