4 Kendaraan Taktis Satsabhara Disiagakan Untuk Mengawal Eksekusi Gedung Astranawa

0
36

Detik.in – Disamping menurunkan puluhan personil gabungan Dalmas, Raimas, Patko, Srikandi dan K-9, Rabu (13/11/2019) Satsabhara Polrestabes Surabaya juga menurunkan 4 kendaraan taktis yang dimiliki meliputi Tambora, AWC, Public Address serta Security Barrier untuk mengawal proses eksekusi pengosongan Gedung Astranawa oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Surabaya.

Penurunan 4 kendaraan taktis tersebut dipandang perlu, mengingat potensi kerawanan cukup tinggi. Dimana massa dari kedua belah pihak baik penggugat maupun tergugat cukup banyak. Oleh karena itu, perlu diantisipasi dengan serius, salah satu diantaranya dengan menurunkan 4 kendaraan taktis diatas.

Untuk diketahui, keempat rantis tersebut memiliki spesifikasi yang bisa diandalkan dalam hal pengamanan aksi massa dalam jumlah besar.

Untuk unit AWC sendiri merupakan kendaraan yang didesain khusus untuk mengurai kericuhan massa menggunakan semprotan air tekanan tinggi. Sementara Unit Public Address sangatlah mumpuni ketika digunakan dalam proses pemberian himbauan kepada massa dalam jumlah besar.

Sementara Unit Tambora bisa diandalkan untuk proses evakuasi. Karena selain didesain lapis baja dan anti peluru, Unit Tambora ini juga dilengkapi dengan penembak gas air mata. Sedangkan untuk Security Barrier ini dapat difungsikan untuk melakukan penyekatan terhadap massa dua kubu.

Dalam pantauan detik.in, keempat rantis Satsabhara tersebut disiagakan di depan Gedung Astranawa sejak pukul 06.00 WIB.

Meskipun demikian, Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian terus menekankan kepada anggota pentingnya sisi humanis, tidak arogan dan selalu mempedomani SOP. Jangan sampai melakukan tindakan-tindakan terlarang.

Saat dihubungi tim detik.in Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian menjelaskan bahwa “Intinya kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan eksekusi berjalan dengan aman lancar kondusif. Terlebih putusan eksekusi ini telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Surabaya, yang artinya sah di mata hukum dan wajib dijalankan serta dipatuhi oleh semua pihak baik pemohon maupun termohon.

Alhamdulillah, meski sempat dihadang oleh puluhan massa, namun pintu gerbang berhasil dibuka dan saat ini sedang berlangsung proses pengosongan barang-barang, situasi aman kondusif. Pungkas Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here