Bantu Bayi Anassya Agar Tetap Bernafas

0
441

(17/9/2017) Sore ini saat saya sedang santai ngopi setelah berkeringat penuh peluh sehabis olahraga, salah satu grup whatsapp di hp saya masuk notifikasi tentang informasi dari rekan SMP Negeri 29 Surabaya. Informasi tersebut mengenai anaknya yang baru saja lahir tetapi mengalami keadaan yang sangat mengkhawatirkan, simak yuk kisahnya..

Perkenalkan nama saya Robi Ramdani, suami dari Alfa Pratista. Kami berdua perantau dari Bandung yang sedang mencari rejeki di Ibukota sebagai pekerja di perusahaan swasta.

Anak merupakan kado terindah dan yang paling dinantikan setelah pernikahan. Alhamdulilah setelah 5 bulan menikah, kehamilan yang ditunggu-tunggu pun akhirnya menghampiri kami.

Sampai dengan 26 minggu masa kehamilan semua prosesnya berjalan normal, walau diselingi dengan mual dan sakit pinggang yang luar biasa dirasakan oleh istri saya. Dan cerita tentang bayi Annasya berawal di masa kehamilan minggu ke 31 istri saya.

Senin, 11 September 2017

Pengecekan kehamilan rutin di RS Evasari meruntuhkan semua kebahagiaan yang sedang kami jalani. Hasil USG menyatakan bayi kami mengalami kondisi kekurangan berat badan yang mengkhawatirkan. Di usia kandungan 31 minggu seharusnya berat janin sekitar 1.600 gr sedangkan bayi Annasya hanya 1.140 gr. Selain itu, terdapat lilitan tali pusar tepat di leher bayi Annasya.

Malam itu juga dokter menyarankan untuk langsung di rawat inap. CTG dilakukan untuk mengecek kondisi jantung dan pergerakan bayi, hasilnya masih dalam kondisi baik. Dokter melakukan tindakan berupa pemberian infus nutrisi dan tambahan susu peptisol untuk menambah berat badan janin. Selain itu, istri diberikan 3 kali suntikan pematangan paru. Karena kondisi terburuk yang mungkin terjadi adalah bayi Annasya harus dikeluarkan dari ibunya apabila kondisi tidak membaik. Dan selama 3 hari ke depan CTG akan terus dilakukan untuk memantau kondisi jantung dan pergerakan bayi.

Kamis, 14 September 2017

Berawal dari Rabu malam, hasil CTG bayi Annsya tidak seperti biasanya. Detak jantungnya sering tidak terbaca sehingga hasil CTG dinyatakan banyak silent dan sempat beberapa kali diulang. Hal ini menambah menurunkan kondisi istri saya. Kamis siang CTG dilakukan kembali sampai 2 kali dengan perlakuan istri dibantu diberikan oksigen. Harapannya hasil CTG bayi Annasya akan membaik.

Pukul 14.00 saya dipanggil suster dan ujian untuk menjadi suami dan ayah saya terima. Harus dilakukan tindakan operasi ceasar pukuk 15.00 untuk menyelamatkan bayi Annasya yang masih berusia 31w6d. Dokter berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan bayi Annasya dan istri saya.

Keputusan yang luar biasa rumit dan harus diputuskan dalam 30 menit. Selain itu, deposit untuk operasi sebanyak 11 juta dan deposit NICU untuk bayi Annasya sebanyak 16 juta bukan hal mudah bagi kami. Alhamdulilah dalam waktu 30 menit selain menggunakan tabungan, ada teman kantor yang berbaik hati meminjamkan terlebih dahulu uangnya.

Saat istri masuk ruang operasi, saya mengambil wudhu dan mendirikan salat Ashar. Tanpa terasa ada aliran air mata yang keluar dari kedua mata saya.

Tangis saya kembali pecah ketika di panggil ke Ruang NICU, melihat malaikat kecil kami yang terlahir dengan berat 1.705 gr dan panjang 44 cm. Kami namakan malaikat kecil kami “Annasya Khayra Ramdani” dengan harapan kelak akan menjadi anak yang baik, sholehah, penuh kasih sayang dan cinta kepada semua orang di sekitarnya.

Dengan kondisi lahir prematur dikarenakan dalam inkubator dengan NIV Ventilator di hidung mungilnya. Ketakutan kami terjadi, ternyata paru-paru bayi Annasya belum matang sempurna atau mengalami HMD (Hyaline Membrane Desease) Stage 2.

Kondisi paru-paru yang belum matang mengharuskan bayi Annasya lebih lama lagi berada di Ruang NICU. Selama dari 14 s.d 16 September 2017 pembiayaan untuk bayi Annasya sudah mencapai sekitar 18 juta atau 9 juta / hari.

Adapun Tim Dokter belum mengetahui berapa lama bayi Annasya harus berada di Ruang NICU. Akan tetapi paling sebentar kemungkinan adalah 15 hari dengan perkiraan per hari nya 9 juta maka kami membutuhkan biaya sekitar Rp 135.000.000,-.

Dengan ini kami minta tolong kepada semua agar mau membantu malaikat kecil kami, bayi Annasya agar tetap bisa bernapas. Menggalang donasi di kitabisa merupakan salah satu upaya saya sebagai ayah yang ingin melihat malaikat kecilnya, “Annasya Kharya Ramdani” sehat dan bisa kami dekap dalam pelukan kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here