Komitmen 27 Pimpinan Daerah Menjadikan Kota Layak Huni

0
67

Komitmen 27 Pimpinan Daerah Menjadikan Kota Layak Huni

Detik.in-Sebanyak 27 Walikota dan Bupati salah satunya Kota Malang menandatangani komitmen sebagai kota layak huni pada rangkaian peringatan Hari Habitat se-Dunia dan Hari Kota se-Dunia yang digelar di halaman kompleks perkantoran kemen PUPR di Jakarta (6/11/2017).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI,  Anita Firmanti, mengatakan urbanisasi yang tidak terhindarkan, memberikan konsekuensi makin berkurangnya wilayah pedesaan. Hingga saat ini jumlah penduduk perkotaan sebesar 160 juta jiwa lebih atau 53 persen dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia.

“Ini menggambarkan bahwa komposisi terbesar ada di wilayah wilayah perkotaan,  dan itu imbas dari urbanisasi. Muncul didalamnya permasalahan permukiman,  persampahan, kekumuhan, akses air dan sanitasi bersih,  “ujar Anita.

Anita menyebut untuk mengatasi urbanisasi,  tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh pemerintah, perlu dukungan dan keterlibatan dari perguruan tinggi, private sektor, non government organisation, dan elemen lainnya.

“Membangun dan menata permukiman serta lingkungan perkotaan, dibutuhkan inovasi dan pelibatan banyak pihak,  termasuk kelompok potensial generasi muda kreatif yang peduli lingkungan,” ucap Anita.

Wali Kota Malang, Moch Anton mengatakan bagi kota Malang, komitmen membangun kota layak huni adalah keharusan. Sebab, Kota Malang telah ditasbihkan kota layak huni oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) di tahun 2016.

“Ini makin meneguhkan langkah (kota Malang) untuk terus menguatkan dan menuju kota yang layak huni, kota yang cerdas, kota yang nyaman, kota yang berdaya guna dan tentunya kota yang kondusif,” ujar Anton.

Menurut Anton, syarat untuk menempatkan Kota Malang menjadi pilihan,  juga tidak terlepas dari kuatnya jalinan sinergi dan komunikasi yang dibangun Pemda dengan stake holders untuk makin menjadikan Kota Malang semakin berwarna.

“Ciri kota inovatif dan kreatif sudah kita miliki (modalnya). Termasuk keterlibatan generasi generasi dan masyarakat kreatif,  yang tercermin dari kehadiran kampung serta taman tematik yang tidak hanya merubah perwajahan secara fisik namun juga mindset warganya,” tandas Anton.(dvt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here