Surabaya akan miliki KTP DIGITAL di tengah caruk maruknya Badai e ktp yang di korupsi . . .

0
488

SURABAYA –  Perubahan yang cukup signifikan memang sangat terasa di Surabaya di bidang Tehnologi digital dimulai dari konsep e-tilang dimana pengguna kendaraan akan di monitor oleh cctv di jalan raya untuk mencegah pelanggaran lalu lintas dan juga konsep e-parking dimana jalanan di Surabaya akan ada alat pembayaran parkir dengan e-money ( pembayaran elektronik ) sehingga unsur kebocoran dana parkir sedikit bisa dikurangi . Awal Bulan oktober juga semua kendaraan di wajibkan memakai e-money atau e toll dalam pembayarannya bila masuk tol Surabaya, bukan hanya itu terobosan berupa transportasi umum trem juga akan di wujudkan di kota pahlawan ini .

Dan yang paling menarik adalah adanya Smart ID yang akan di miliki warga Surabaya nantinya , jadi  “ fungsinya mirip KTP dimana di dalam kartu terdapat data NIK nasional yang di simpan di cloud , jadi tinggal di scan di hp sudah bisa muncul data kita . selain itu Smart ID ini juga bisa berfungsi sebagai e-money bisa digunakan untuk beli pulsa beli token pln , transfer uang dan lain lain . jadi kedepannya masyarakat Surabaya tidak akan terlalu banyak bawa uang cash , karena di HP nya ada barcode system yang bisa di transaksikan seperti layaknya uang cash “ ujar Aldy Lazuardy founder Surabaya Digital City ( SDC ) saat di temui tim detik.in di rumahnya .

SDC juga sudah melakukan uji coba system bersama warga yang saat ini sedang dilakukan , sistem administrasi RT/RW yang ada sekarang masih manual semua  jadi akan diubajh menjadi sebuah aplikasi modern yang bertujuan mempermudah pelayanan kepada masyarakat . “ Nantinya semua warga akan terintegrasi dengan satu system dalam sebuah aplikasi, dimana semua akan berinteraksi seperti layaknya media social seperti facebook , layanan pengaduan dan saran yang langsung terhubung dengan command Center dan lain lain , pokoknya kami ingin Surabaya yang kita cintai ini maju transparan dan akuntabel “ ujar Aldy .

Smart City Smart Citizen harus itu , yang penting jangan alat atau tools nya saja yg smart ,itu yang terjadi di banyak kota di Indonesia tehnologi maju tapi warganya tidak bisa menggunakan , ahirnya sia sia programnya , warganya juga harus smart dong ujar Aldy mengahiri sesi wawancaranya .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here