Kapolrestabes Surabaya saat menunjukkan lubang peluru di dada Fauzin

0
91

Aksi kriminal Ahmad Fauzin telah berakhir. Pria 32 tahun itu telah ditembak mati karena melawan saat ditangkap polisi. Ternyata track record Fauzin di dunia hitam cukup banyak.

Aksi yang dilakukan Fauzin adalah perampasan, penjambretan, curanmor, perampokan, dan pembunuhan. Pria warga Jalan Wonosari Lor itu dikenal sebagai raja tega. Dia tak segan-segan melukai atau bahkan membunuh korbannya yang melawan.

“Setelah melakukan pembunuhan atas korban A di Kapas Krampung, pelaku ini masih terus beraksi hingga dilakukan tindakan tegas terhadap dia,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan saat melakukan rilis di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Rabu (27/9/2017).

Jauh sebelum melakukan perampokan yang berakhir dengan pembunuhan, Fauzin pernah menghuni sel tahanan pada tahun 2007. Ia ditangkap anggota Polres Surabaya Utara atas kepemilikan narkoba. Ia divonis 1 tahun 7 bulan penjara.

Setelah itu tak banyak diketahui aksi Fauzin hingga adanya aksi dia di Kapas Krampung. Dalam aksi pada 12 Mei itu, Fauzin membacok Go Hong Bun alias Awen hingga tewas. Sebelum membunuh Awen, Fauzin dan kawan-kawannya diketahui telah merampas motor di Jalan Kusuma Bangsa pada 26 Februari 2017.

Korbannya adalah Lely Suryani. Dalam aksi itu Lely dibacok Fauzin karena mencoba mempertahankan motornya. Untung saja nyawa Lely masih selamat.

Setelah aksi di Kapas Krampung, sempat bersembunyi. Kabarnya Fauzin bersembunyi di Jakarta. Namun pada akhir Agustus lalu Fauzin sudah berani keluar dari tempat persembunyiannya. Fauzin kembali ke Surabaya.

Saat muncul kembali, Fauzin langsung beraksi. Dia masih melakukan serangkaian aksi kejahatannya. Tercatat ada empat aksi yang dia lakukan setelah aksi Kapas Krampung. Empat aksi itu adalah curanmor.

Dia melakukan aksinya di Pakal pada 29 Agustus 2017 dengan korban Anjarsari. Pada 2 September 2017, Fauzin melakukan aksinya di Karangpilang dengan korban A Khalim Imron.

Pada 6 September 2017, Fauzin mencuri motor milik mantan istrinya, Juniati Sitindaon, di karangpilang. Dan pada 21 September 2017, Fauzin mencuri motor milik Syaiful Anwar di Pabean Cantikan.

Dalam kasus Kapas Krampung, Fauzin beraksi bersama tiga temannya. Dua temannya yakni Dahruji (30), warga Sampang, Madura dan Saiful Arifin (31), warga Jalan Wonokusumo Jaya telah tertangkap.

“Kami adalah kawan masyarakat, namun lawan bagi penjahat,” tandas Iqbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here