Detik Edukasi : Sejarah Gedung Joang 45

0
104

Gedung Joang 45 diresmikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, pada tahun 1974. Museum ini terletak di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini adalah salah satu saksi bisu saat Indonesia masih belum merdeka.

Sebelum menjadi museum, bangunan Gedung Joang 45 adalah sebuah hotel bernama Schomper. Hotel ini dibangun pada tahun 1920 dan selesai pada 1938. Pengelolanya adalah orang Belanda bernama L. C. Schomper.

Sewaktu Jepang berkuasa di negeri ini, hotel Schomper diambil alih oleh Departemen Propaganda (Ganseikanbu Sendenbu). Gedung tersebut kemudian dikenal sebagai Gedung Menteng 31.

Pada masa kemerdekaan, Gedung Menteng 31 digunakan oleh beberapa tokoh sebagai markas program pendidikan politik. Beberapa tokoh di antaranya adalah Chaerul Saleh, Adam Malik, Sukarni, dan A. M. Hanafi.

Tokoh-tokoh muda tersebut dikenal dengan sebutan Pemoeda Menteng 31. Mereka terlibat langsung dalam Peristiwa Rengasdengklok, peristiwa penculikan Soekarno, Hatta, dan Fatmawati sehari sebelum kemerdekaan Indonesia.

Karena sejarah inilah, tak heran jika Museum Joang 45 dijadikan tempat menyimpan dan memamerkan barang-barang bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa Proklamasi. Arsip-arsip dokumentasi berupa foto, patung, miniatur, dan kendaraan kepresidenan disimpan di tempat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here