3 Pemain yang Pantas Jadi KaptenTimnas Indonesia

0
74

Timnas Indonesia tak lagi krisis kepemimpinan. Beberapa nama muncul jadi sosok terpenting yang koordinasi tim di dalam lapangan maupun ruang ganti.

Seorang kapten terbilang punya tugas yang berat. Selain jadi sosok yang dipercaya, si pemain harus bisa menenangkan emosi rekan-rekannya di lapangan.

Pada era 2000an ini, timnas Indonesia pernah dipimpin oleh kapten yang sangat punya andil, dari mulai Bima Sakti, Agung Setyabudi, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Firman Utina, Bambang Pamungkas, hinngga Boaz Solossa.

Nama-nama di atas dikenal punya aura kepemimpinan yang bisa membuat rekan-rekannya bersatu. Nah, bagaimana dengan di masa depan? Ada tiga nama yang menurut JawaPos.com pantas:

Hansamu Yama

Pemain Barito Putera ini punya jiwa kepemimpinan yang patut diacungi jempol

Hansamu sudah didaulat jadi kapten timnas U-22 Indonesia (Hendra Eka/Jawa Pos)

Hansamu Yama terbilang jadi nama teratas di daftar ini karena kapasitasnya. Masih berusia 22 tahun, dia sudah kenyang banyak pengalaman di internasional.

Dia pernah angkat Piala AFF U-19 2013 kala jadi kapten tim. Pada SEA Games 2017i, pemain Barito Putera tersebut juga ditunjuk sebagai pemimpin tim.

Pemain kelahiran 16 Januari 1995 itu juga beberapa kali dipercaya memperkuat timnas senior. Dia sudah raih empat caps. Ingat, saat Hansamu cetak gol di final Piala AFF 2016 lalu? Itu adalah andil besarnya.

Evan Dimas

Daya jelajah dan visi bermain Evan tak perlu diragukan.

Evan Dimas bisa teruskan tradisi kapten yang bermain sebagai gelandang(Wahyudin/Jawa Pos)

Evan Dimas juga punya kapasitas jadi kapten masa depan. Dia bisa meneruskan tradisi kapten yang bermain sebagai gelandang setelah Firman Utina dan Ponaryo Astaman.

Daya jelajah dan visi bermain Evan tak perlu diragukan. Tapi, kepemimpinan dan aura misterius yang tergabung dalam raut kalem Evan membuatnya pantas jadi kapten agar disegani lawan.

Buktinya, Evan saat ini memegang wakil kapten timnas U-22. Dia juga punya peluang seperti Xavi Hernandez yang punya gaya mirip serta pernah jadi kapten untuk Barcelona.

Rachmat Irianto

Rian yang masih berusia 17 tahun sudah dipercaya menjadi kapten Persebaya

Aura kepemimpinan Rian menurun dari sang ayah, Bejo Sugiantoro. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

Rian, sapaan akrabnya, memang punya aura kepemimpinan yang menurun dari sang ayah, Bejo Sugiantoro. Rian tentu tak pernah lupa laga Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang pada 12 Maret 2017 lalu.

Dalam laga uji coba itu, Rian yang masih berusia 17 tahun dipercaya menjadi kapten Persebaya. Sontak dia cetak rekor jadi kapten termuda Bajul Ijo dan uniknya memecahkan rekor sang ayah, Bejo, yang jadi kapten pada usia 21 tahun.

Pada level timnas, Rian juga sudah menjadi kapten di pagelaran Piala AFF U-19 2017 lalu. Dia dipercaya Indra Sjafri untuk pimpin rekan-rekan lainnya di lapangan dan terbukti membawa Garuda Nusantara raih peringkat ketiga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here