Diiming-Imingi Hasil 5 Persen, Tabung Terkuras

0
24

Detik.in – Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil meringkus pelaku penipuan berkedok pembisnis kelapa sawit di Surabaya.

Dalam melancarkan modusnya, mereka mengiming-imingi korban untuk kerja sama bisnis. Mereka meminta korban untuk menunjukkan saldo di anjungan tunai mandiri (ATM), lantas menukarnya dengan yang palsu.

Polisi berhasil membekuk empat orang pelaku. Mereka adalah Nasir (56), Rizal (41), Yamin (45) dan Hendri (35). Keempatnya asal Sidrap Sulawesi Selatan.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata menjelaskan, pelaku sudah mengincar korban sejak dari dalam hotel. Mereka kemudian membuntuti korban ke sebuah penjual buah di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya lantas memperkenalkan diri sebagai pengusaha. ”Mereka mengaku dari Brunei Darussalam. Ngajak ngobrol, lalu pura-pura membahas bisnis mereka,” jelas Leo, Senin (4/11/2019).

Korban dari aksi penipuan itu sendiri berinisial ES asal Kotawaringin Tengah. Saat berbincang dengan pelaku, ES terbuai dengan iming-iming kerja sama itu. Maklum saja, gaya berpakaian para pelaku ini begitu necis. Setelah itu, para pelaku mengajak korban ke bilik ATM. ”Pelaku menunjukkan saldonya sebesar Rp 1 miliar. Padahal itu hanya akal-akalan pelaku saja,” tambah Leo.

Saldo sebesar itu hanyalah fiktif. Para pelaku tidak bisa mengambilnya. ATM palsu itu dibeli dari jaringan penipu Jakarta sebesar Rp 500 ribu. ”Setelah itu, korban yang diminta untuk menunjukkan saldonya,” ungkap alumnus Akpol 1997 tersebut.

Para pelaku kemudian meminta kartu ATM milik ES. Mereka juga mengintip PIN ATM ES. Tanpa disadari oleh ES, seusai menunjukkan saldonya, para pelaku menukar kartu ATM tersebut. Setelah berpisah dengan korban, para pelaku kemudian menuju ke minimarket di kawasan Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Di situlah mereka menguras saldo milik ES sebesar Rp 60 juta.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, para pelaku dibekuk di kawasan Songgoriti, Malang. ”Kami menduga, mereka ini jaringan lintas kota. Ini yang masih akan kami dalami,” jelas Sudamiran.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, Nasir Cs mengaku baru sekali ini beraksi di Kota Pahlawan. Namun, polisi tidak percaya begitu saja. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada orang lain yang pernah menjadi korban dari sindikat penipuan ini.

Sementara itu, tersangka Nasir mengaku bahwa dirinya hanya bermodal omongan. Dia tidak mempunyai ilmu gendam. Hasil penipuan itu dibagi rata masing-masing orang. ”Dapat rata-rata Rp 5 juta. Lainnya buat seneng-seneng,” bebernya.

Unit Jatanras Polrestabes Surabaya sendiri memang sudah mengincar jaringan penguras saldo ATM. Penyelidikan diawali dari lokasi para pelaku menarik uang milik korban, ES. Yakni di sebuah minimarket kawasan Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Dari sana, polisi mengantongi ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV ATM. Setelah menyebar, mereka diketahui bersembunyi di kawasan Songgoriti, Malang. Empat pelaku ditangkap. Nasir dan Rizal bertugas menipu dan menguras isi ATM korban. Sedangkan dua pelaku lainnya bertugas mengawasi dan jadi sopir.

Sumbar:realita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here