Batu yang disebut warga dengan “Batu Perkasa” mirip alat kelamin raksasa

0
120

– Warga Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dalam beberapa hari ini dihebohkan dengan penemuan batu mirip alat kelamin laki-laki.

Batu yang disebut warga dengan “Batu Perkasa” mirip alat kelamin raksasa dengan panjang 1,5 meter dengan diameter sekitar 60 centimeter tersebut ditemukan di area pemakaman tanah ulayat Ateh Puwun, Jorong Balai Tabuah, Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang.

Sejak diketahui berbentuk unik pada 17 Agustus pekan lalu, keberadaan batu ini langsung diserbu warga. Sejumlah warga pun berfoto dengan “Batu Perkasa” dan langsung mempostingnya di media sosial, sehingga makin menghebohkan warga dan menjadi buah bibir bagi warga Sungayang pada umumnya.

Zulnasri (50), salah seorang warga setempat yang berkegiatan sehari-hari di sekitar lokasi batu itu mengatakan, setelah batu itu diketahui bentuk dan keunikannya, masyarakat setempat menegakkannya dari posisi semula yang diketahui rebah.

“Setidaknya saat itu ada sekitar 20-an orang lebih kami menegakkan batu ini. Sebelumnya kami sudah coba mengangkat dengan beberapa orang, namun ternyata tidak sanggup karena batu sangat berat. Kami perkirakan batu ini beratnya mencapai satu ton,” ujar Zul di lokasi, Senin 21 Agustus 2017.

Untuk menegakkannya seperti posisi sekarang, kata dia, warga sekitar menggunakan tali penggerek. “Batu ini kami tanam dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter di tanah, lalu diganjal dengan batu-batu kecil di dalamnya,” tutur pria yang bekerja sebagai petani ini.

Sementara itu, menurut warga setempat, keberadaan batu ini sudah ada dan diketahui sejak dahulu, puluhan bahkan ratusan tahun silam. Namun keunikan batu belum terlihat karena berada dalam posisi rebah.

Keunikan baru terbongkar pada Kamis 17 Agustus 2017, saat salah seorang warga setempat meninggal, dan akan dimakamkan di area pemakaman tersebut, warga dengan spontan berinisiatif menegakan batu.

Sejak heboh di media sosial dan jadi buah bibir, “Batu Perkasa” yang terletak tidak berada jauh dari lokasi objek wisata Batu Angkek-Angkek, yaitu 400 meter dari jalan utama lintas Batusangkar-Lintau via objek wisata Puncak Pato ini ramai dikunjungi warga.

Tokoh masyarakat Nagari Tanjung, Faze Andrif menyebutkan, “Batu Perkasa” tersebut menurut cerita yang pernah didengarnya, batu dipahat oleh seorang pria atau salah seorang nenek moyang orang suku Tanjuang. Pahatan berbentuk alat kelamin laki-laki menyimbolkan keperkasaan seorang lelaki saat itu.

“Nagari Tanjuang termasuk Nagari ketiga tertua di Minangkabau, setelah Pariangan dan Limo Kaum. Karena itu, saat ini cukup banyak benda-benda peninggalan bersejarah ditemukan di sini,” ujar Faze yang juga mantan Walinagari Tanjuang tersebut.

Menurut Faze, hingga saat ini tidak ada khasiat batu ini selain hanya untuk dilihat. “Kita tidak ingin keberadaan batu ini menimbulkan perbuatan syirik bagi warga. Batu ini sama seperti batu lainnya, hanya saja bentuknya unik dan berbeda dari batu lainnya,” terangnya.

Sementara melihat potensi keunikan batu ini, pihak Nagari nantinya secara bersama-sama ingin menjadikan “Batu Perkasa” sebagai salah satu objek wisata di Nagari Tanjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here