Disperta Sampang Tak Data Alih Fungsi Lahan

0
191

Salah satu dampak pembangunan adalah pengurangan lahan. Tidak sedikit gedung dibangun di atas lahan produktif. Namun, Dinas Pertanian (Disperta) Sampang tidak mendata penyempitan lahan ini.

Pada 2016, lahan produktif pertanian di Sampang 98.950 hektare. Perinciannya, sawah pengairan seluas 5.512 hektare dan sawah tadah hujan 15.770 hektare. Sedangkan lahan tegal 78.150 hektare. Ribuan hektare lahan itu ditanami padi, jagung, dan kedelai (pajale) dengan hasil pertanian mencapai 144.844 ton.

Hingga 31 Agustus 2017 lalu luas lahan tersebut tidak berubah. Padahal, kini bermunculan bangunan di atas lahan pertanian. Seperti di sepanjang jalan nasional Kecamatan Jrengik. ”Kami tidak tahu apakah ada lahan produktif yang beralih fungsi atau tidak, karena belum pernah melakukan pendataan. Selama ini kami hanya fokus membantu petani,” ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono Senin (25/9).

Pihaknya mengaku tidak pernah mendapatkan laporan masyarakat dan UPT jika ada lahan produktif beralih fungsi. Selain itu, hasil produksi pertanian tetap stabil dan tidak ada penurunan. ”Setiap tahun hasil produksi pertanian berada di angka aman. Terutama tanaman pajale. Bahkan, cenderung semakin meningkat dan mendekati target,” katanya tanpa menyebut target yang dimaksud.

Berita Terkait
Disperta Sampang Kukuhkan UPJA Kusuma Bersatu
Gelaran Produk Usaha Agribisnis Tuai Pujian

Menurut dia, pendataan pengalihan lahan produktif harus melibatkan instansi lain. Di antaranya, Badan Pusat Statistik (BPS), dinas PUPR, BPN, dan bappeda. Dengan begitu, data yang dihasilkan lebih akurat. ”Sudah dirapatkan dan dibahas bersama. Kalau tidak salah ada sebelas tim yang akan bertugas melakukan pendataan. Dimulai kapan? Kami kurang tahu. Tapi yang jelas tahun ini,” terangnya.

Pihaknya akan terus berusaha menjaga dan melindungi lahan produktif. Ketersediaan lahan produktif menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan produksi. ”Kami harap masyarakat tidak mudah mengalihfungsikan lahan produktif menjadi perumahan, pertokoan, dan lainnya,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Sampang Abdullah Mansyur meminta pemkab cermat apabila ada lahan pertanian akan dialihfungsikan menjadi perumahan. Terutama dalam proses perizinan. ”Dinas terkait segera berkoordinasi dan duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here