Duh,Jurnalis Financial Times, Paul McClean Tewas Di Makan Buaya

0
291

Seorang pria asal Inggris tewas mengenaskan di Sri Lanka setelah diserang oleh buaya.

Menurut saksi mata, sang korban yakni Paul McClean (24 tahun), diseret ke dalam sungai di dekat Arugam Bay.

Menurut Fawas Lafeer, pemilik Safa Surf School, saat kejadian McClean tengah membasuh tangannya di sungai.

“Ada nelayan yang melihat dirinya diserang oleh buaya, lalu berteriak kepada para surfer untuk datang dan menolong,” jelas Lafeer.

McClean merupakan lulusan Universitas Oxford dan saat ini bekerja sebagai jurnalis di Financial Times.

“Dia merupakan seorang jurnalis yang sangat berbakat, energik, dan berdedikasi dan mampu mencari cerita yang tersembunyi,” jelas Financial Times.

Masih menurut Financial Times, tubuh McClean diidentifikasi oleh teman-temannya yang ikut berlibur bersama di Sri Lanka. Penyebab akhir kematian McClean belum dipastikan.

“Kami akan terus mendampingi keluarganya dan Kementerian Luar Negeri dan Persemakmuran, kami menawarkan bantuan dari Financial Times. Kami berduka bersama keluarga, teman dan orang yang dicintai. Kami masih terus berhubungan dengan mereka, melakukan semua yang kami bisa di masa sulit ini,” jelas James Lamont, managing editor Financial Times.

“Kami sangat terkejut. Dia merupakan anak yang hebat, fans Everton, dan sangat cemerlang. Ini benar-benar tragedi,” jelas salah seorang kolega McClean kepada Daily Telegraph.

Sekadar informasi, Arugam Bay merupakan tempat surfing populer di Sri Lankabagian tenggara, enam kilometer jauhnya dari sekolah surfer Elephant Rock.

Lafeer mengatakan, para surfer di sekolahnya baru saja menyelesaikan pelajaran saat mereka dipanggil oleh nelayan di sungai untuk membantu.

“Saat mereka pergi ke lokasi kejadian, mereka tidak bisa menyelamatkannya karena buaya tersebut sudah menariknya masuk ke dalam sungai sehingga mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi,” jelasnya.

Laveer juga menceritakan, tim penyelamat berhasil menarik tubuh McClean dari sungai sekitar pukul 20.45 waktu lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here