Gunung Agung Meletus Malam Ini Disebut Hoax

0
222

Ada saja pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan isu sesat atau hoax.

Ditengah kondisi Gunung Agung yang telah ditetapkan status Awas (Level IV), tersebar isu bahwa gunung tertinggi di Bali itu akan meletus pada Minggu (24/9/2017) malam ini.

Terkait beredarnya isu tersebut, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani melalui website resmi Magma Indonesia menyebutkan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

Apalagi, ramalan yang tersebar itu dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam memahami aktifitas gunung api.

Dalam website itu juga disampaikan, Analisis terakhir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengindikasikan bahwa energi kegempaan vulkanik Gunungapi Agung terus meningkat dan memiliki potensi untuk meletus.

Berikut tanggapan lengkap Kasbani melalui Website Magma Indonesia:

Menanggapi beredarnya isu bahwa Gunungapi Agung akan meletus malam ini, kami dari PVMBG tidak dapat memastikan kebenarannya karena ramalan tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh PVMBG dalam memahami aktivitas gunungapi.

PVMBG melihat tanda-tanda aktivitas gunungapi melalui pengamatan secara menerus (24 jam/hari) secara visual maupun instrumental. Analisis terakhir PVMBG mengindikasikan bahwa energi kegempaan vulkanik Gunungapi Agung terus meningkat dan memiliki potensi untuk meletus. Namun demikian, baik PVMBG maupun seluruh ahli gunungapi di dunia yang mempelajari aktivitas gunungapi secara ilmiah, belum ada satu pun yang mampu memastikan kapan letusan akan terjadi.

Data Aktifitas Gunung Agung Minggu (24/9/2017) dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung

Sejak ditetapkan pada status Awas, Aktifitas Gunung Agung terus menunjukkan kenaikkan.

Berikut hasil pantauan aktifitas Gunung Agung oleh Pos Pengamatan Gunungapi Agung mulai pukul 00.00 wita- 18.00 wita, Minggu (24/9/2017).

Pukul 00:00-06:00 Wita

Sesuai hasil pemantauan pada pukul 00:00-06:00 wita, kondisi cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 20-25 °C dan kelembaban udara 70-75 persen.

Secara visual pada pukul 00.00 wita hingga 06.00 wita terlihat, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah putih tebal tinggi 200 meter.

Terkait kegempaan, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 109 kali, amplitudo 2-4 mm, durasi 10-14 detik.

Sementara gempa vulkanik dalam tercatat sebanyak 178 kali dengan amplitudo 5-8 mm, dan durasi 20-36 detik.

Gempa Tektonik Lokal berjumlah 13 kali dengan amplitudo 8-8 mm, dan durasi 40-100 detik

Terekam 1 kali gempa terasa skala III-IV MMI di Pos Pengamatan Gunungapi Agung.

Pukul 06.00-12.00 Wita

Sesuai hasil pemantauan pada pukul 06:00-12:00 wita, kondisi cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 20-30 °C dan kelembaban udara 73-86 persen.

Secara visual , gunung terlihat kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah putih sedang tinggi 200 meter.

Terkait kegempaan, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 102 kali dengan amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik.

Gempa vulkanik dalam berjumlah 154 kali dengan amplitudo 4-6 mm dan durasi 10-30 detik.

Gempa tektonik lokal berjumlah 29 kali dengan amplitudo 8-8 mm dan berdurasi 34-78 detik.

Terekam dua kali gempa terasa skala III MMI di pos pengamatan.

Pukul 12.00-18.00 Wita

Sesuai hasil pemantauan pada pukul 12:00-18:00 wita, kondisi cuaca berawan dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 24-30 °C dan kelembaban udara 73-76 persen.

Secara visual, gunung terlihat kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah nihil.

Terkait kegempaan, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 76 kali dengan amplitudo 3-4 mm, dan berdurasi 15-18 detik.

Gempa vulkanik dalam terjadi sebanyak 146 kali dengan amplitudo 5-8 mm, dan berdurasi 12-35 detik.

Gempa tektonik lokal terjadi sebanyak 22 kali dengan amplitudo 7-8 mm, dan berdurasi : 40-92 detik)

Terekam empat kali gempa terasa skala II-IV MMI di pos pengamatan.(Aloysius Manggol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here