Kapolda Kepri Berangkatkan Kembali 200 Ksatria Dalam Operasi Amole 2018

0
49

Menyikapi eskalasi perkembangan kamtibmas di beberapa daerah di Indonesia khususnya di Timika Papua, Polri sebagai garda terdepan yang diberi tanggung jawab oleh Negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh daerah di Indonesia dan terus berupaya untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan baik, tentunya dengan masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang menamakan dirinya sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Dengan bangga untuk kali keduanya Polda Kepri diberi kepercayaan untuk ikut serta dalam Operasi Amole, sebagai informasi pada bulan april tahun 2017 lalu Polda Kepri telah mengirimkan 100 personel untuk melaksanakan BKO Polda Papua. dan alhamdulillah para personel tersebut telah kembali ke satuan Polda Kepri bulan Agustus lalu lengkap tanpa kurang sedikitpun dan tentunya tugas dapat dilaksanakan dengan sangat baik tanpa adanya teguran dari pimpinan dan laporan negatif dari masyarakat tempat bertugas.

Dengan hasil positif itu maka tahun ini Polda Kepri mendapatkan lagi kepercayaan tersebut dengan mengirimkan 200 ksatria seligi sakti ke tanah papua untuk menjaga marwah negeri. dan ini merupakan operasi yang kelima bagi polda kepri untuk mengirimkan anggota-anggota terbaiknya dalam operasi kepolisian yang diadakan oleh mabes polri tentunya ini merupakan buah kepercayaan pimpinan kepada polda kepri yang dianggap baik dan mampu dalam pelaksanaan tugas sebelumnya

Kapolda Kepri Irjne Pol. Drs. Didid Widjanardi, SH melepas dan memberangkatkan  Kompi Penugasan Satbrimob Polda Kepri BKO Polda Papua Dalam Rangka Operasi Amole Tahun 2018. Upacara Pemberangkatan ini dilaksanakan di  Lapangan Bola Kaki Bandara VVIP Hang Nadim Batam, Senin (26/3/18).

Dalam sambutan Kapolda Kepri mengatakan tujuan upacara yang dilaksanakan ini adalah untuk pemeriksaan kesiapan personel Brimob sekaligus melepas kompi penugasan Satbrimob Polda Kepri agar lebih siap baik kesiapan personel, materiil maupun kesiapan kemampuan personel dalam rangka pelaksanaan tugas kepolisian bersandi “Amole” di Polda Papua selama empat bulan.

Tahun 2018 ini telah terjadi penyerangan berupa penembakan sebanyak 28 kali oleh kelompok tersebut ke aset objek vital Nasional PT. Freeport Inonesia hal ini menggambarkan situasi keamanan dalam negeri belum kondusif, sehingga Polri harus menempuh langkah tegas kepada kelompok separatis tersebut dengan menggelar operasi Kepolisian dengan sandi operasi Amole yang tentunya bertujuan untuk menumpas kelompok tersebut.

       “sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil, jiwa ragaku demi kemanusiaan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here