Kapolri : Kurun Waktu 3 Bulan Jajarannya Telah Berhasil Amankan 200 Orang Terduga Teroris 20 Orang Diantaranya Tewas Di Tembak Jajaranya

0
1678

Detik,in,-Kapolri Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph. D.mengungkapkan pasca-teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur pada Mei 2018, jajarannya telah mengamankan 200-an terduga teroris. Bahkan 20 diampilan tewas ditembak dengan alasan melawan saat ditangkap.

“Jumlah ini sudah ada 200-an (terduga teroris tersembunyi) sejak bom Surabaya,” kata Kapolri di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (16/7/2018)

Penangkapan ini merupakan pengembangan dari pemutaran di Surabaya. Terbaru, aparat kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap tiga terduga teroris di Yogyakarta. Selain itu, hasil tersebut juga terkait dengan penyerangan Mapolres Indramayu.

Kasus pengembangan bom Surabaya 194 plus kemarin 3 tertembak 197. Kemudian di Indramayu ya itu sudah dilakukan lagi ada 9 orang dari 2 orang yang mau menyerang Polres, “ucap kapolri.

Kapolri menjelaskan, tindakan yang tegas adalah salah satu cara untuk membuat para anggota kelompok teroris di Indonesia menjadi jera. Mengingat, para terduga teroris menyebutkan, biasanya, membuat, penindakannya harus dengan cara yang luar biasa.

“Kami berhadapan bukan dengan pelaku biasa, pelaku yang mereka siap mati. Oleh karena itu, jangan ambil risiko. Jika mereka menyerang, menbahayakan masyarakat itu PBB,” kata Kapolri Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph. D.

Menurut Kapolrienjumlah orang-orang ini adalah salah satu bentuk yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok di Indonesia lebih kuat.

“Mereka melawan, kami sikat. Karena melawan petugas, petugas kebahagiaan, dan petugas luka, Anda akan berhadapan juga dengan kekuatan yang mematikan,” tegas Kapolri Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph. D.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menjelaskan pelaku lahirnya Bondet yang terjadi di Pasuruan, yaitu Abdulah dan saat ini telah ditangkap. Sebagian besar kawannya sudah ditarik dan ini tidak jauh dari jaringan kelompok yang berulah di Bank CIMB, di Medan tahun 2010

Kapolri juga menjelaskan dua kata dalam tiga hari terakhir. Pertama di Kaliurang, Yogyakarta. Ada konflik atau kontak antara anggota Densus yang didukung Brimob dan kepolisian setempat yang melakukan tiga hukuman mati tertembak, kedua dari anggota kena luka bacok di tangan. Satu hari kemudian, ada yang terjadi dan ada yang bisa dimasukkan ke dalam Polres Indramayu.

“Ini perlu saya jelaskan agar para masyarakat jangan salah paham putar di Jogja dan Indramayu ini tidak menyerang teror yang diinisiasi mereka atau diinspirasi oleh mereka. Tapi saat ini operasi penjajakan survailence, berburu dalam rangka pencegahan jaringan terorisme. Jadi, peristiwa bom Surabaya, itu bagi polri di satu sisi tragedi kita bersedih karena ada korban tetapi memberikan peluang yang besar bagi polri untuk masuk ke dalam jaringan ini untuk mereka, ”kata Kapolri Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph. D. (hy)

Sumber : Indonesiasatu.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here