Kisah Syachrul Anto Penyelam Yang Gugur Dalam Pencarian Lion Air JT 610

0
23

Surabaya – Pemakaman Syachrul Anto (41), penyelam yang gugur dalam pencarian Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat, diwarnai isak tangis istri dan keluarga. Lian Kurniawati (39), sang istri juga bercerita Syachrul sempat mengirim puisi berjudul ‘takdir’.

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Jalan Bendul Merisi Utara nomor 25, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/11/2018) siang. Sebelum dibawa ke pemakaman, jenazah Syachrul dibawa ke masjid Jami Makkah untuk disalatkan.

Setelah itu, jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum setempat. Para keluarga, kerabat dan lainnya turut mengantar jenazah ke pemakaman.

Istri korban Lian Kurniawati, putrinya dan mertuanya juga hadir dalam pemakaman. Mereka terlihat menangis di atas pusara korban.

Lian mengaku tidak ada firasat sebelum suaminya meninggal. Dalam komunikasi terakhir melalui Whatsapp, dia menanyakan kabar Syachrul.

Dalam percakapan itu juga, Syachrul mengirim tulisan panjang berupa puisi yang diberi judul ‘Takdir’. “Terakhir kontak pagi itu. Karena memang setiap hari dua kali menyelam, pagi dan sore. Di pesannya ia menulis perasaannya mengenai banyaknya korban dan kematian,” kata Lian kepada detikcom.

Lian mengaku tidak menyadari bahwa percakapan tumpahan perasaan suaminya itu merupakan firasat. Begini puisi Syahrul kepada istrinya yang berjudul ‘Takdir’ itu:

Assalamualaikum

TAKDIR

Pagi itu. Satu demi satu
penumpang mendekat ke pintu
keberangkatan di Soekarno-Hatta
Petugas check in menyambut
mereka dengan senyum.

Sekitar 180 penumpang
mendekati takdir.

Ada yang tertinggal karena macet
di jalan, ada yang pindah ke
pesawat yang lebih awal karena
ingin cepat sampai dan ada juga
yang batal karena ada urusan lain
yang tiba-tiba.

Tak ada yang tertukar
Allah menyeleksi dengan
perhitungan yang tak pernah salah….

Lalu kapan giliran kita pergi
hanya Allah yang tahu
Kesadaran iman kita berkata.
Bersiap setiap saat kapanpun dan dalam keadaan apapun.

Mari kita benahi ketaqwaan kita untuk bekal pulang kampung abadi, Hanya itulah jalan terbaik
Suratan manusia adalah di bumi dikembalikan.
Semoga di akhir nafas kita dengan Lailahaillallah Chusnul khotimah. Amiin.

KN Sar 231 Sadewa @Tanjung karawang #JT610

Syachrul diketahui meninggal pada Jumat (2/11). Semasa hidupnya, Syachrul kerap aktif dalam misi kemanusiaan bersama Basarnas.

Sebelum evakuasi Lion Air, Syachrul juga ikut evakuasi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah. Selain itu, Syachrul ikut dalam pencarian AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata pada 2014.

“Dia terlibat lama. Waktu kita (mencari) AirAsia, dia join. Dia salah satu orang yang cukup lama. Itu hampir tiga minggu. Dia salah satu orang yang paling banyak angkat jenazah malah,” ujar Leader Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo, di Dermaga JICT, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).
(idh/idh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here