Kuda Delman Terluka di Sarinah

0
68

Kuda delman yang terperosok lubang di dekat Sarinah, Jakarta Pusat pada Minggu (19/11/2017) mengalami patah tulang kaki yang sangat parah.

Sayangnya, dengan keterbatasan peralatan medis di Indonesia, nyawa kuda tersebut tak dapat diselamatkan. Hidupnya berkahir di jalan beraspal yang keras dan panas.

Dokter kuda TNI AD Mayor (Ckm) drh Joko Suranto mengungkapkan, setelah Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengunggah soal kuda tersebut di media sosial, dirinya bersama dengan APM Equestrian Centre langsung ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.

“Namun pas di tengah jalan kami mendapatkan info bahwa kuda tersebut mengalami patah tulang kaki depan kanan dan dibawa ke kandangnya di daerah Kemanggisan,” ucap Joko, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/11/2017).

Setelah sampai Kemanggisan, satu-satunya dokter kuda di TNI AD tersebut diberitahukan bahwa pemiliknya hendak membawa kuda itu ke tempat penyembelihan lantaran patah tulang kakinya tidak bisa disembuhkan.

Karena tidak tega, akhirnya kuda tersebut dibeli oleh dua donatur yang patungan sehingga tidak jadi disembelih.

Namun, patah tulang kakinya tidak bisa ditangani sehingga sangat menyakitkan bagi kuda tersebut. Untuk mengurangi penderitaannya, kuda putih itu terpaksa disuntik mati.

“Kuda itu kita beli karena patah tulang yang sangat parah dan tidak mungkin kita operasi karena keterbatasan alat di Indonesia maka yang bisa kita lakukan adalah suntik mati atau euthanasia sesuai dengan animal welfare atau kesejahteraan kuda untuk mengurangi penderitaan kuda tersebut,” jelas Joko.

Kuda tersebut kemudian dikuburkan di APM Equestrian Centre, Tigaraksa, Tangerang.

Dengan adanya kasus ini, pendiri JAAN Femke den Haas kembali mengingatkan betapa jalanan di Ibu Kota sudah tak ramah untuk kuda.

Karena tidak tega, akhirnya kuda tersebut dibeli oleh dua donatur yang patungan sehingga tidak jadi disembelih.

Namun, patah tulang kakinya tidak bisa ditangani sehingga sangat menyakitkan bagi kuda tersebut. Untuk mengurangi penderitaannya, kuda putih itu terpaksa disuntik mati.

“Kuda itu kita beli karena patah tulang yang sangat parah dan tidak mungkin kita operasi karena keterbatasan alat di Indonesia maka yang bisa kita lakukan adalah suntik mati atau euthanasia sesuai dengan animal welfare atau kesejahteraan kuda untuk mengurangi penderitaan kuda tersebut,” jelas Joko.

Kuda tersebut kemudian dikuburkan di APM Equestrian Centre, Tigaraksa, Tangerang.

Dengan adanya kasus ini, pendiri JAAN Femke den Haas kembali mengingatkan betapa jalanan di Ibu Kota sudah tak ramah untuk kuda.

JAAN dan sejumlah organisasi atau komunitas pencinta satwa lainnya menolak wacana Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno untuk mengizinkan delman kembali beroperasi di Monas.

JAAN khawatir kuda-kuda tersebut dipaksa kerja rodi, apalagi belum ada standard operating procedure (SOP) untuk delman atau andong.

“Kuda bukan mesin, seharian dia disuruh kerja tidak ada SOP. Mereka bekerja dipaksa enggak ada jam istirahatnya, enggak ada waktu pasti kapan dikasih air dan tempat berteduh, pengobatan juga enggak ada buat mereka,” pungkas Femke.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here