Obrol-Obrol Bersama Setan Di Rumah Hantu Keliling

0
56

Fina menjalankan tugas sebaik-baiknya jika ada manusia yang pingsan atau terduduk ketakutan di lantai.

“Ada kepuasan tersendiri kalau pengunjung sampai pingsan di tempat saya jaga,” kata Fina kepadaku di sela-sela rehat pekerjaan. “Artinya kami sukses menakut-nakuti pengunjung.”

Fina dan kawan-kawannya adalah pegawai rumah hantu keliling. Wahana horor yang menawarkan eskapisme murah meriah bagi mereka yang senang dikejutkan manusia berkostum kuntilanak, pocong, sundel bolong, dan hantu-hantu khas Indonesia lainnya. Sejak Oktober lalu, menjelang musim Halloween, rombongan Fina membuka rumah hantu dekat food court ITC Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Rumah hantu ini milik perusahaan Panic House Indonesia. Sesuai namanya, bisnis utama mereka adalah mendatangkan teror dan ketakutan murah meriah ke berbagai kota di Indonesia. Sebelum menakut-nakuti pengunjung ITC Cempaka Mas, Fina dan kawan-kawannya lebih dulu meneror warga Sukabumi, Jawa Barat. Tidak banyak orang bersedia ditakut-takuti. Karena itu, ongkos tiket dibuat semurah mungkin, hanya Rp20 ribu per pengunjung. Taktik itu tampaknya berhasil. Saat saya datang, penjaga loket bilang tiap akhir pekan pengunjung rumah hantu ini mencapai 2.000-an orang.

Spesialisasi Fina adalah mengenakan kostum kuntilanak, hantu perempuan paling populer di negara kita. Makeup membuat wajah Fina terkesan dialiri darah dari dahi, membasahi baju hitam lusuh yang dia kenakan.

Ada tiga setan lain yang menakut-nakuti pengunjung, setidaknya itu yang kulihat ketika masuk ke dalam wahana. Semuanya profesional memancing teriakan panik pengunjung. Tentu tak semua orang diam saja dikejutkan sosok menyeramkan. Ada pengunjung yang, saking takutnya, malah menonjok pemakai kostum pocong. Ada yang meludahi sundel bolong kawan Fina, sebagian lainnya menangis tak henti-henti karena gagal menemukan jalan keluar dari rumah hantu. Fina mengaku pengunjung jenis terakhir cukup banyak. Penyebabnya karena mereka jalan terus sambil menutup mata saat keliling rumah hantu. Fina tidak boleh lepas dari karakter hantu. Jadi, supaya mereka yang penakut bisa keluar, maka tak ada jalan lain kecuali bekerja ekstra keras menakuti mereka habis-habisan.

“Pokoknya gimana caranya sampai mereka lari dari wahana rumah hantu,” ujarnya.

Jangan salah, teror sebetulnya tak cuma dialami pengunjung. Pekerja seperti Fina pun mengalami horor dari hantu sungguhan yang konon mendiami lokasi tempat mereka membuka rumah hantu. Dia menceritakan pengalamannya ‘mendengar’ desahan setan saat bersiap menyambut pengunjung rumah hantu. Fina, untungnya, tak terlalu mempedulikan sapaan dari dunia lain tersebut. Dia berusaha berpikiran positif, jika hantu-hantu tersebut ingin ikut bersenang-senang menggoda manusia memacu adrenalin.

“Saya pernah denger gitu suara ketawa dekat telinga pas lagi kerja,” kata Fina dengan suara datar. “Ya anggap aja [hantu itu] temen sendiri.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here