Pasar Gede Solo Jadi Kedai Kopi Dadakan Sajikan 5000 Gelas Kopi

0
96

Pasar Gede Solo malam ini jadi surga bagi para penikmat kopi. Sebab, 5 ribu gelas kopi dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Sebanyak 50 warung kopi dari Solo dan sekitarnya berkumpul dalam acara perayaan Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada hari ini, 1 Oktober. Ratusan warga pun rela antre di stan-stan kopi yang berjajar di tepi Jalan Urip Sumoharjo. Masing-masing stan menyajikan jenis kopi unggulannya. Para barista pun seperti tengah beradu ketangkasan menyeduh kopi.

Saat Pasar Gede Solo Jadi Kedai Kopi Dadakan Sajikan 5000 Gelas Kopi

 

Ketua panitia, Jeffry Aditya Jayadi, mengatakan inti dari acara tersebut ialah mengedukasi masyarakat tentang kopi. Menurutnya, masyarakat masih belum mengenal kopi Indonesia yang menduduki peringkat 3 di dunia.

“Indonesia itu termasuk negara yang paling kaya varian kopinya. Untuk di Solo sendiri masih belum banyak peminatnya, meskipun sekarang sudah ada peningkatan,” kata Jeffry di sela-sela acara, Minggu (1/10/2017) malam.

Saat Pasar Gede Solo Jadi Kedai Kopi Dadakan Sajikan 5000 Gelas Kopi

Kebiasaan ngopi warga Solo pun menurutnya bisa dikatakan masih salah. Lewat acara tersebut, para barista tak bosan menjelaskan segala sesuatu tentang kopi. “Contoh paling gampang, seperti kalau ngopi harus pakai gula. Yang baik itu tanpa gula. Lalu, sering kali masyarakat kita lebih suka kopi sachet,” ujar dia.

Seorang pemilik warung kopi, Mochammad Iqbal mengatakan ajang tersebut dia manfaatkan untuk berdiskusi dengan pengusaha kopi lainnya. Berbagi pengetahuan dapat menambah wawasan untuk mengembangkan bisnisnya.

“Terlebih saya mahasiswa tingkat akhir. Dengan merintis warung kopi ini harapannya nanti lulus bisa mengembangkan usaha ini,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu.

Saat Pasar Gede Solo Jadi Kedai Kopi Dadakan Sajikan 5000 Gelas Kopi

 

Sementara itu, seorang pengunjung, Jatmiko, mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, banyak pengetahuan tentang kopi yang belum dipahami masyarakat awam.

“Kita bisa tanya-tanya dengan barista, seperti apa cara menyeduh kopi yang baik. Seperti apa rasa kopi dari masing-masing daerah,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here