Polres Metro Jakarta Barat Gerebek Rumah Penerima Ganja 1,3 Ton Digerebek

0
78

Jumat, 5 Januari 2018

Jakarta – Diduga mengetahui usaha anaknya yang terlibat dalam jaringan penyelundupan 1,3 ton narkotika jenis ganja dari Aceh ke Jakarta jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan Ning, orangtua dari Luthfi alias Patrik yang kini masih buron. Status Ning masih saksi.

Rumah kontrakan Patrik yang dilakukan penggerebekan pada Kamis, (4/1/2018) malam, terletak di Jalan Pramuka, RT 04 RW 04, Nomor Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Sedangkan kediaman Ning hanya berjarak beberapa meter berbeda gang.

Semula, petugas mendatangi kediaman Patrik tengah malam tapi ia bersama istrinya, Lilis, tidak berada di rumah. Pintu dalam keadaan terkunci. Di saksikan ketua RT dan warga, terpaksa petugas mendobrak pintu.

Petugas menyisir seluruh sudut rumah kontrakan itu, terdapat satu kamar mandi yang di apit dua kamar tidur, ruang tengah dan dapur, termasuk memeriksa plafon. Di dalam, polisi menyita barang bukti buku rekening tabungan berisi transaksi penjualan narkotika, handpone, laptop, tiga motor dan dua linting ganja sisa pakai.

“Luthfi alias Patrik ini di atasnya Rizki yang akan menerima barang yang kami tangkap di Bakaheuni. Nantinya Rizki akan memberikan 1,3 ton ganja dalam mobil box ke Luthfi,” kata Kanit II Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Ardhy yang memimpin langsung penggerebekan.

Dirasa cukup, polisi kemudian menuju sebuah bengkel yang masih berada di kawasan Pancoran Mas tempat Patrik biasa nongkrong tapi lagi-lagi hasilnya nihil, Patrik tidak ada di lokasi.

Setelah itu, anggota menuju kediaman Ning, rumah orangtua Patrik tapi yang bersangkutan tidak ada di rumah. Namun, saat kembali di rumah Patrik sebuah mobil Daihatsu Ayla merah melintas dan melaju cukup kencang meski dalam gang.

Warga memberitahu bahwa mobil dikendarai oleh Ning, polisi langsung mengejar, karena panik mobil sempat menyerempet rumah warga. Usai diberhentikan, Ning disuruh keluar bersama anak Patrik, SI 6 tahun. Kepada polisi ia selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah, ponsel Ning disita dan rumahnya turut digeledah disaksikan ketua RT dan warga.

Semula, Ning mengaku tidak mengetahui bisnis haram anaknya, namun, saat ditunjukkan sebuah chat dirinya bersama istri Patrik yang menunjukkan sebuah video saat Polres Metro Jakarta Barat melakukan ekspose pengungkapan 1,3 ton ganja ia tidak bisa mengelak. Kepada polisi Ning meyakinkan tidak terlibat dalam jaringan itu, meski begitu dia mengaku sebagai kurir narkoba jenis sabu.

“Saya tidak tahu soal itu (ganja 1,3 ton). Saya dagang (sabu) kalau ada yang pesen, ambil di Ra** De*** dikasih Rp 50 ribu. Saya kan kerja juga nggak fokus itu, saya rentenir jalanin uang orang,” kata Ning dengan tatapan kosong.

Dengan mata sayu Ning yang saat itu mengenakan baju merah mengatakan baru dua bulan berbisnis narkotika, saat di pertemukan dengan Rizky salah satu tersangka yang dibawa ia mengaku mengenal, Rizky adalah keponakan dirinya atau sepupu dari Luthfi. “Saya pakai (sabu) terakhir seminggu yang lalu,” kata dia sembari mengucap siap di tes urine.

Petugas akhirnya membawa ibu tiga anak tersebut berikut mobilnya, sementara anak Patrik, dititipkan ke warga. “Tadi ada orangtua dari saudara Luthfi melintas di depan rumah dan kami amankan namun masih sebagai saksi,” kata AKP Ardhy.

Polisi hingga kini masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan 1,3 ton ganja yang dikendalikan seseorang dari Aceh ke Jakarta.

Diimbau para pelaku menyerahkan diri, karena Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis memerintahkan untuk menindak tegas dan terukur sesuai koridor hukum terhadap para pengedar narkoba.

Sumber: poldametrojaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here