Siklon Kenanga Muncul Di Samudera Hindia, BMKG Himbau Warga Waspada

0
66
siklon kenanga

Dream – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengidentifikasi munculnya bibit Siklon Kenanga sejak 12 Desember 2018. Siklon tersebut terdeteksi di wilayah Samudera Hindia.

“Akhirnya telah menjadi siklon tropis pada Sabtu, 15 Desember 2018 pada jarak sekitar 1.400 kilometer dari Bengkulu sebelah barat daya pulau Sumatera,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dikutip dari laman BMKG, Senin 17 Desember 2018.

Mulyono mengatakan, Siklon Kenanga menjadi tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Hasil analisis menunjukan Siklon Kenanga memiliki kecepatan angin maksimum di pusatnya mencapai 40 knot atau 75 kilometer per jam.

“Berdasarkan pantauan terkini, siklon tropis ini akan cenderung bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan berada sekitar 2.754 kilometer dari wilayah Indonesia dalam 72 jam ke depan,” kata dia.

Mulyono mengatakan, meski tidak secara langsung, siklon ini akan berdampak pada peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah pesisir barat Pulau Sumatera. Selain itu, siklon juga membuat meningkatnya ketinggian gelombang hingga 2,5 hingga 4,0 meter di perairan Kepulauan Mentawai hingga Selat Sunda.

“Peningkatan kecepatan angin, yang cenderung disebabkan oleh aliran massa udara dari selatan Indonesia bagian Tengah, juga diprakirakan dapat terjadi di Pulau Jawa bagian selatan meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT,” ucap dia.

Dominasi massa udara dari selatan cenderung mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Pulau Sumatera dan Jawa. Tapi, kondisi itu meningkatkan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Berikut wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 17 hingga 19 Desember 2018. Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada periode 20 hingga 23 Desember 2018, kata Mulyono, masyarakat di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan kembali harus waspada. Diperkirakan aliran udara dingin dari Asia akan kembali masuk wilayah Indonesia dan membentuk area konvergensi yang memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode ini antara lain, Sumatera Barat Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari. Selain itu masyarakat yang beraktifitas di perairan khususnya selatan Pulau Sumatera juga agar mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here