Suasana di kawasan Candi Cangkuang

0
54

Toleransi beragama penting bagi kehidupan bermasyarakat. Potret nyata toleransi ini bisa traveler lihat di Garut. Ada candi dan situs peninggalan Islam berdampingan.

Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan salah satu tujuan wisata bagi wisatawan dari berbagai daerah. Selain memiliki berbagai wisata alam yang memukau, Garut juga memiliki sejumlah tempat wisata budaya, salah satunya adalah Situ Cangkuang.

Di kawasan wisata Situ Cangkuang, terdapat sejumlah peninggalan purbakala, salah satunya adalah bangunan candi.

Candi yang pertama kali ditemukan oleh tim cagar budaya Jabar pada tahun 1966 ini terletak sekitar 19 kilometer dari daerah Nagreg yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Garut dengan Bandung, tepatnya di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut. .

Candi ini berada di atas perbukitan, terbuat dari batu andesit dengan tinggi 8,5 meter dan memiliki ukuran 4,5×4,5 meter. Meskipun hingga saat ini belum diketahui kerajaan mana yang menduduki wilayah ini, candi Hindu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8.

“Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Hingga saat ini bangunan Candi Cangkuang telah satu kali dipugar pada tahun 1978,” ungkap Ketua Pengelola Candi Cangkuang Zaki Munawar.

Candi Cangkuang  (Hakim Ghani/detikTravel)Candi Cangkuang (Hakim Ghani/detikTravel)

Namun, uniknya dari kawasan wisata Situ Cangkuang ini adalah keberadaan situs peninggalan agama Islam yang lokasinya sangat berdekatan lokasi candi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya makan Arif Muhammad dan naskah agama Islam kuno seperti Al-Qur’an dan Hadist.

“Ada juga komplek rumah adat Kampung Pulo yang merupakan peninggalan Arif Muhammad. Arif Muhammad sendiri merupakan seorang panglima dari kerajaan Mataram yang menyebarkan agama Islam di wilayah ini,” katanya.

Situs peninggalan Islam ini merupakan peninggalan pada abad ke-17. Di komplek perumahan Kampung Pulo, terdapat 6 unit rumah dan sebuah masjid. Ada juga komplek makam para pengikut Arif Muhammad yang terletak di sebelah timur komplek pemukiman Kampung Pulo.

“6 unit rumah dan 1 masjid tersebut melambangkan 6 putri Arif Muhammad dan 1 putranya,” ungkap Arif.

Kampung Pulo (Hakim Ghani/detikTravel)Kampung Pulo (Hakim Ghani/detikTravel)

“Mungkin kita sebagai generasi saat ini bisa memaknainya sebagai pelajaran untuk selalu bertoleransi antar umat beragama,” katanya.

Selain bisa menikmati keindahan bangunan candi, di kawasan wisata Situ Cangkuang ini wisatawan bisa juga menikmati indahnya pemandangan situ (danau) seluas 10 hektare yang mengelilingi lokasi candi. Wisatawan juga dapat berkeliling di situ tersebut menggunakan rakit.

Tempat ini tentunya kerap kali ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama di setiap akhir pekan. Wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata Situ Cangkuang ini dikenai tarif Rp 5 ribu per orang. Jika ingin menaiki rakit, anda cukup mambayar sejumlah uang sewa kepada para pemilik rakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here