tiga Mahasiswa Yang Bertemu Di Copenhagen Business School Dan Ciptakan Sebuah Aplikasi Bernama Hold

0
78

Generasi milenial identik dengan tak bisa lepas dari ponsel. Namun sebagian dari mereka sudah menyadari jika ini berbahaya sehingga memunculkan ide untuk mengatasinya.

Mereka adalah tiga mahasiswa yang bertemu di Copenhagen Business School dan menciptakan sebuah aplikasi bernama Hold. Aplikasi ini akan memberikan reward atau hadiah untuk para pelajar dan mahasiswa yang bisa menghabiskan waktu tanpa ponsel.

Seperti kita tahu, kecanduan gawai pada pelajar dan mahasiswa telah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan dewasa ini. Sebuah studi yang dilakukan University of Texas di tahun 2017 menyebut berada di dekat ponsel membuat seseorang mengalami penurunan produktivitas dan kecepatan respons yang kemudian berujung pada pengurangan nilai akademik.

Sebaliknya, studi yang dilakukan London School of Economics menunjukkan pelajar yang tidak menggunakan ponsel mengalami kenaikan nilai tes sebesar 6,4 persen.

Cara kerja aplikasi ini adalah dengan memberi 10 poin untuk tiap 20 menit waktu yang berhasil dilalui pengguna tanpa memegang ponselnya, utamanya dalam kurun pukul 7 pagi hingga 11 malam.

Setelah terkumpul, poin-poin ini dapat ditukar dengan barang atau layanan yang bekerjasama dengan aplikasi ini. Semisal untuk mendapatkan dua kopi gratis, pengguna membutuhkan 300 poin atau setara dengan tidak memegang ponsel selama 10 jam.

Contoh lain ketika ingin nonton gratis atau popcorn gratis di bioskop, mereka membutuhkan waktu dua jam untuk lepas dari ponsel. Dua jam ini setara dengan 60 poin. Pengguna juga dapat menukar poin itu agar bisa mendonasikan buku atau stationery ke sekolah-sekolah yang disalurkan Unicef.

Ketiga pengembang Hold, Maths Mathisen, Florian Winder dan Vinoth Vinaya mengaku punya pengalaman dengan ponsel. “Ide aplikasi ini muncul saat saya masih mahasiswa, dan saya tahu betapa sulitnya berkonsentrasi untuk belajar ketika kamu bisa chatting, snap, atau main games di ponsel,” kata Mathisen (26).

Tetapi dengan aplikasi ini, ia berharap pelajar dan mahasiswa bisa fokus belajar kembali. “Saya optimis karena seperempat pelajar di Norwegia yang mengunduh Hold hanya dalam tiga pekan sejak diluncurkan menunjukkan bahwa anak-anak muda ini siap dengan perubahan itu,” yakinnya seperti dilaporkan¬†BBC.

Aplikasi ini sudah lebih dulu populer di negara-negara Skandinavia, dengan pengguna mencapai 120.000 di Norwegia, Denmark dan Swedia.

Inggris pun tak mau ketinggalan. Aplikasi yang bisa dipakai di Android maupun iOS ini rencananya akan diluncurkan di 170 kampus di seluruh penjuru UK. Nilai plus lainnya adalah aplikasi ini dapat diunduh secara cuma-cuma.

Sumber: Maths Mathisen, Florian Winder dan Vinoth Vinaya mengaku punya pengalaman dengan ponsel.

Atasi Kecanduan Ponsel, Aplikasi Ini Tawarkan Hadiah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here