Malam Ngeri Untuk Ninoy Karundeng Relawan Jokowi

0
32

Jakarta – Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, mengalami malam yang mengerikan. Ninoy ditangkap dan dipukuli sekelompok orang tak dikenal di masjid.

Rekan Ninoy, Jack Lapian mengungkapkan kejadi terjadi pada Selasa (1/10) dini hari. Jack Lapian mengatakan Ninoy dinterogasi dan dipukuli akibat ketahuan memfoto demo yang terjadi saat itu.

“Berkali-kali banyak rombongan orang-orang datang dan menginterogasi Ninoy dan memukuli bertubi-tubi. Pemukulan terus berlangsung. Salah seorang datang sekitar pukul 03.00 WIB pada 1 Oktober 2019. Orang tersebut yang dipanggil sebagai habib menginterogasi dan langsung memukul kepala Ninoy berkali-kali. Dia terus menginterogasi dan meminta Ninoy untuk bertobat, Ninoy disuruh salat,” kata Jack Lapian menuturkan pengakuan Ninoy, Minggu (6/10/2019).

Kengerian bagi Ninoy terus berlanjut saat massa membongkar telepon genggam dan membuka akun Facebook-nya. Massa mencecar Ninoy siapa orang yang bertanggung jawab atas dirinya.

“Mereka menanyakan apakah Ninoy bagian dari kelompok Denny Siregar, Eko Kuntadi, Abu Janda, Kajitow Elkayani, Manuel Mawengkang, Ni Luh Jelantik, dan lainnya?” tutur Jack.

Jack Lapian menceritakan ketakutan Ninoy karena diancam akan dibunuh. Menurutnya, massa berencana memanggil ambulans untuk mengangkut mayat Ninoy.

“Mereka menyebutkan bahwa darah Ninoy halal. Sebagian besar para pelaku di tempat berpendapat Ninoy harus dibunuh. Karena jika Ninoy tidak dibunuh, dia dikhawatirkan akan melapor ke polisi. Jika dia tidak dibunuh, maka akan menjadi masalah besar dan polisi akan menyerang. Ninoy juga sering menulis yang berseberangan dengan paham mereka,” papar Jack.

Namun massa urung mengeksekusi Ninoy, menurut Jack Lapian, aksi urung dilakukan karena ambulans tidak kunjung datang. Jack Lapian menyebut KTP milik Ninoy difoto dan diancam nyawanya jika melapor ke polisi,

“Karena ambulans tidak datang, maka timbul kesulitan untuk mengeluarkan Ninoy dari dalam Masjid Al-Falah. Orang-orang yang ada di dalam masjid lalu merundingkan untuk melepaskan Ninoy. Sebelum dilepas, Ninoy diminta untuk tidak melaporkan ke polisi. Jika melaporkan ke polisi, maka Ninoy akan dibunuh. Beberapa orang meminta alamat Ninoy dan KTP untuk difoto sebagai barang bukti. Selain itu juga disuruh untuk membuat surat pernyataan untuk ikhlas dan pemukulan-pemukulan sebagai akibat dari kesalahpahaman,” tutur Jack.

Pukul 07.00 WIB, Ninoy dilepas beserta motornya menggunakan aplikasi online pengantaran barang dengan mobil pikap. SIM card dan hard disk milik Ninoy disita mereka. Jack Lapian sendiri menjelaskan Ninoy dan keluarganya saat ini dalam keadaan yang aman.

“Saat ini Ninoy tinggal di tempat yang aman,” tutur Jack Lapian.

Jack Lapian menyebut kondisi fisik Ninoy cukup baik. Meski demikian, dia menilai Ninoy masih trauma dengan peristiwa yang dialminya.

“Secara fisik dan mental Ninoy cukup baik, hanya luka lebamnya saja. Yang pasti secara psikologi pasti rasa ‘trauma’ itu ada ya. Hanya perlu waktu untuk melewatinya,” kata Jack Lapian.

Sementara itu, anggota Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Falah, Iskandar, angkat bicara soal Ninoy. Iskandar mengatakan jemaah dan pengurus masjid menyelamatkan Ninoy ketika tahu ada pemukulan.

“Secara langsung saya tidak melihat. Kondisi beliau (Ninoy) ada di depan sini (di depan masjid), dipukuli massa. Kita tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba ada pemukulan. Kami dari jemaah masjid dan sekaligus pengurus DKM untuk menyelamatkan beliau kita masukan ke dalam pintu yang terbuka separuh,” kata Iskandar saat ditemui di Masjid Al-Falah, Jalan Pejompongan Dalam, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Iskandar mengatakan kondisi saat itu banyak massa yang ada di dalam dan sekitar Masjid Al-Falah untuk mendapatkan perawatan. Dia mengatakan jemaah dan DKM menyelamatkan Ninoy dari amuk massa ke dalam masjid.

“Begitu banyak massa, kita tutup baru kita langsung masuk ke dalam. Meletakkan dia di ruangan medis, di mana paramedis di situ juga banyak yang membantu para demonstran, termasuk beliau (Ninoy). Kita juga nggak tahu siapa nama beliau akhirnya masuk ke dalam situ. Tidak ada penyekapan yang ada itu adalah menyelamatkan dari massa, amukan massa, di sini pun pintu (gerbang) kita tutup dengan baik, pintu yang di dalam nggak kita tutup, seperti itulah,” ujarnya.

Terkait peristiwa yang menimpa Ninoy, polisi sudah mengamankan delapan tersangka. Tersangka yang baru ditangkap adalah ABK, RF dan IA.

“Saat ini sudah 8 tersangka diamankan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, kepada wartawan, Minggu (6/10/2019).

Dari hasil pemeriksaan para tersangka baru itu, diketahui peran tersangka IA ikut mengintimidasi Ninoy saat kejadian tersebut berlangsung. IA juga ikut mengancam akan membunuh Ninoy.

“IA perannya ada di tempat kejadian perkara, menginterogasi, mengintimidasi, dan memukuli korban terus-menerus. IA juga mengancam membunuh korban,” ungkap Suyudi.

Sementara itu, peran tersangka RF hanya berada di tempat kejadian perkara, tapi RF ikut menginterogasi dan mengintimidasi Ninoy. Untuk tersangka ABK, Suyudi menjelaskan ABK berperan ikut menganiaya Ninoy serta merekam dan menyebarkan video itu ke media sosial.

“ABK perannya menganiaya korban, merekam video, dan menyebarkannya ke media sosial juga mengancam membunuh korban,” kata Suyudi.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) sendiri menyesalkan peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng. Mengutip Surah Al-Baqarah, Sekjen DMI Imam Addaruqutni menyatakan di dalam masjid tidak boleh terjadi tindak kekerasan.

“Dalam surat Al-Baqarah ayat 191, penjahat sekali pun masuk ke masjid itu tidak boleh diadili dalam masjid. Karena masjid itu berlaku hukum Allah,” kata Imam saat dihubungi, Minggu (6/10/2019).

“Sama dengan misalnya penjahat masuk ke kedutaan negara lain, itu tidak boleh polisi main masuk dan tangkap. Itu hukum negara lain,” imbuh dia.
(fdu/dnu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here