Surabaya Semakin Padat, Pakar Usul Berlakukan Ganjil Genap

0
46

Surabaya – Padatnya beberapa persimpangan di pusat kota Surabaya perlu segera ditangani. Jika tidak, waktu tunda berada di persimpangan akan semakin lama. Antrean pun kian panjang. Terutama pada jam sibuk, seperti pagi dan sore.

’’Penanganan tiap-tiap persimpangan berbeda. Sebab, permasalahannya belum tentu sama,’’ kata pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Machsus kemarin (13/12).

Nah, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menekan kepadatan di persimpangan. Salah satunya, mengatur traffic light (TL) pada jam sibuk. Saat pagi, siang, dan sore, lama pengaturan TL berbeda. ’’Apalagi, sekarang sudah bisa terpantau langsung di Surabaya Intelligent Transport System (SITS) di Bratang. Jika memang padat, TL-nya diatur lagi,’’ terangnya.

Selain itu, Machsus meminta tak setiap persimpangan diberi TL. Dia menyebutkan, ada persimpangan empat jalan dan semuanya diatur dengan TL. ’’Hanya satu TL yang hijau, lainnya merah. Itu kan membuat pengendara dari tiga jalan lain berhenti lama,’’ ucapnya. Dampaknya, antrean kian panjang.

Dengan kondisi tersebut, Machsus menyarankan tidak dipasang TL, tapi rambu dilarang belok kanan. Atau, pengendara harus lurus dan putar balik. ’’Cara tersebut setidaknya bisa mengurangi waktu tunda meski pengendara harus memutar lebih jauh,’’ paparnya.

Selain itu, harus ada upaya untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Machsus mengatakan, ada dua cara. Yakni, menata transportasi umum dan membatasi kendaraan. Kepala Departemen Teknik Instruktur Sipil Fakultas Vokasi ITS itu menuturkan, saat ini banyak pilihan transportasi. Salah satunya, ojek online (ojol). Hanya, hal itu belum efektif.

Berbeda jika masyarakat menggunakan angkutan publik yang kapasitasnya besar. Tentu, jumlah kendaraan yang berlalu-lalang bisa berkurang. ’’Memang ini tak mudah,’’ ujarnya.

Sementara itu, pembatasan kendaraan merupakan solusi jangka panjang. Sebab, yang menjalankan regulasi tersebut adalah pusat. Artinya, ada semacam pembatasan kepemilikan kendaraan. Termasuk mengatur jumlah kendaraan yang masuk ke daerah. ’’Yang mungkin bisa dilakukan pemkot adalah menerapkan ganjil-genap,’’ katanya.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud mengatakan, untuk mengatasi kepadatan, pihaknya menyediakan anggota khusus bernama tim urai. Dengan dibekali motor trail, anggota langsung turun ke lokasi di persimpangan atau jalan yang macet. ’’Persimpangan yang ada di lokasi strategis, dampak kepadatannya tinggi,’’ jelasnya.

Dalam waktu tertentu, petugas selalu siap di lokasi. Terutama menjelang jam berangkat dan pulang kerja. Ada titik yang dianggap rawan padat. Di antaranya, Diponegoro, Kedungdoro, dan Darmo.

Menurut Suud, para anggota akan mengatur lalin di persimpangan dengan beberapa cara. ’’Salah satunya melalui intervensi tanpa melihat lalin. Artinya, jika kepadatan kendaraan dari salah satu arah sangat tinggi, petugas bisa langsung meneruskan meski masih lampu merah,’’ terangnya.

Sekadar informasi, berdasar survei tahap kedua Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, persimpangan yang padat saat pagi dan siang adalah Arjuno–Pasar Kembang–Kedungdoro. Persimpangan yang padat saat sore adalah Mayjen Sungkono–Bintang Diponggo, Adityawarman–Indragiri, Diponegoro–Ciliwung, Sulawesi–Dinoyo–Pandegiling–Keputran.

Saat sore, di persimpangan Diponegoro–Ciliwung, panjang antrean dari arah selatan bisa mencapai 767 meter. Dari arah barat atau Jalan Ciliwung, panjang antreannya 160 meter. Begitu juga dari Diponegoro, antrean kendaraan sekitar 150 meter. Jika dirata-rata keseluruhan, waktu tunda mencapai 1.975 detik

Disisi lain, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

Baca juga berita Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here