Surat Al Waqiah Diyakini jadi Obat Anti Miskin, Benarkah?

0
25

ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﻗﺪ ﻋﻠﻤﺘﻬﻢ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﺫا ﻗﺎﻟﻮﻩ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﻘﺮﻭا، ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﻣﻦ ﻗﺮﺃ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﻘﺮ “

Ibnu Mas’ud berkata: “Saya telah mengajarkan sesuatu pada mereka, jika mereka membacanya tidak akan miskin. Saya mendengar Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa membaca surat Waqiah tiap malam maka ia tidak akan miskin” (HR Al Baihaqi)

Surat Al Waqiah jika dibaca sebanyak 14 kali selepas sholat Ashar atau sholat malam diyakini akan mendatangkan balasan berupa kekayaan berlimpah dan tak ada habisnya. Pandangan ini mengacu pada hadis yang diriwayatkan Anas dari Dailami berikut:

“ﻋﻠﻤﻮا ﻧﺴﺎءﻛﻢ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻐﻨﻰ”. (اﻟﺪﻳﻠﻤﻲ) ﻋﻦ ﺃﻧﺲ.

Hadis: “Ajarkan anak-anak wanitamu surat Waqiah. Sebab surat Waqiah adalah surat untuk kaya” (HR Dailami dari Anas)

Juga hadis di bawah ini:

ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ: ﻭﻛﺎﻥ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﻨﺎﺗﻪ ﺑﻘﺮاءﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ

Al Baihaqi berkata: “Ibnu Mas’ud menyuruh anak-anak wanitanya membaca surat Waqiah tiap malam” (Syuabul Iman)

Surat Al Waqiah ini juga bisa dibacakan sebanyak 3 kali setelah selesai menunaikan sholat isya, dan sesudah menunaikan sholat subuh. Maka Insya Allah tidak akan berlalu masa setahun tersebut, melainkan akan dijadikan seseorang yang hartawan dan juga dermawan

Namun, sejumlah ulama menilai hadis-hadis yang menyebut surat Al Waqiah bisa menjauhkan dari kemiskinan dan mendatangkan kekayaan tersebut tidak dapat dijadikan hujjah karena lemah. Bahkan ada yang menyebut hadisnya palsu. Misalnya hadis berikut ini:

منقرأسورةالواقعةفيكلليلةلمتصبهفاقةأبدا

“Barangsiapa membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan jatuh miskin selamanya.”

Dikutip dari konsultasisyariah.com hadis di atas dikeluarkan oleh al Harits bin Abu Usamah dalam kitab Musnad-nya, no. 178, dikeluarkan pula oleh Ibnu Sunniy dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah, no. 674, dikeluarkan pula oleh Ibnu Bisyron dalam Al ‘Amali, I:38:20, dikeluarkan juga oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan selainnya. Semuanya berasal dari jalan Abu Syuja’ dari Abu Thoyyibah dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu’anhu

Hadis ini dinilai lemah karena dalam silsilah perawinya ada seorang yang lemah. Al Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,” Abu Syuja’ adalah seorang yang tidak jelas, tidak dikenal.

Telah sepakat atas kelemahan hadis ini di antaranya adalah Imam Ahmad, Imam Abu Hatim Ar Razi, putranya, Imam Ad Daruquthni, Al Baihaqi dan selainnya…”

Namun lepas dari adanya dua pendapat tersebut, membaca Alquran surat Al Waqiah secara rutin merupakan suatu kebiasaan para ulama terdahulu. Seperti apa yang di sampaikan Imam Al-Ghazali dalam ‘Fath Qadir’

ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻐﺰاﻟﻲ: ﻳﻌﺘﺎﺩ ﺃﻭﻟﻴﺎﺅﻧﺎ ﻣﻦ ﻗﺮاءﺓ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ اﻟﻌﺴﺮﺓ

artinya: “Wali-wali kita membiasakan membaca surat Waqiah di hari-hari yang sulit” (Fath Qadir, 6/201)


Membaca Alquran menjadi sebuah ibadah yang akan mendatangkan pahala dan juga keberkahan. Kemukjizatan Alquran terletak pada janji Allah SWT yang akan menjamin dengan dirinya sendiri memelihara dan menjaga-Nya. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami pula yang memiliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]:9).
(erd/erd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here