Sering Mengakses Sosial Media Tak Bagus? Ternyata…..

0
85

Detk.in – Terlalu sering mengakses sosial media bagi remaja memang tak bagus. Tapi bukan tak ada manfaat yang bisa kamu petik dari sosial media, selain bahwa kamu memiliki pergaulan sosial yang lebih luas.

Sosial media, menurut penelitian, dapat membuat pengguna remaja atau anak muda belajar membangun argumentasi saintifik yang lebih lebih baik, ketimbang mereka yang sama sekali tak aktif di media sosial. Begitulah temuan Universitas Kansas, seperti dilansir Science Daily, beberapa waktu lalu. Tentu saja dengan menerapkan sebuah metode bernama Next Generation Science Standards for scientific argumentation.

Peneliti dari perguruan tinggi itu mendesain sebuah unit kurikulum bagi 400 siswa kelas 9 untuk belajar mengenai argumentasi ilmiah melalui penggunaan media sosial, dengan guru dan teman sekelasnya. Mereka diberi pertanyaan, melakukan analisa dan interpretasi data, berargumen dengan bukti, membangun penjelasan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi.

Hasilnya, siswa yang ikut program itu cenderung memakai media sosial untuk berbagi klaim keilmuan, mendiskusikan fenomena sains, berargumen terhadap klaim orang lain, mendemonstrasikan pengetahuan mereka mengenai suatu konten sains, mengajak orang untuk melihat pandangan mereka soal sains, memahami sudut pandang sains yang lain, dan sebagainya.

Mereka juga dilaporkan lebih percaya diri kalau tiba saatnya berdebat mengenai sains. Mereka juga lebih percaya diri dalam hal merasa memiliki pengetahuan dan keahlian untuk menganalisis dan membuat klaim keilmuan yang kuat.

Jadi, alih-alih memakai media sosial untuk sekadar eksis tak jelas, ada baiknya juga menggunakan media sosial sebagai sarana untuk belajar, bukan?

Sumber CNN Indonesia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here