Program Jember Sae Indikator Kesiapan Masyarakat Jember Memasuki Era Society 5.0

 

Jember – Rangkaian kegiatan Jember Sae 2021 periode Februari-Maret telah selesai. Hari ini kegiatan ditutup dengan Talkshow dan pengumuman pemenang yang disiarkan langsung oleh beberapa media online, cetak, radio dan televisi. Sesuai tema periode ini, Talkshow juga menyampaikan tema “Perempuan Jember untuk Indonesia Maju”. Yang di gelar di Aula Rupatama Mapolres Jember (21/03/2021).

 

Narasumber dalam talkshow adalah Dra. Kasih Fadjarini yang menyampaikan kisah perjuangannya membangun bisnis dari nol. Meski beliau saat ini sebaga istri Bupati, namun kehadirannya lebih memberikan inspirasi bahwa setiap kesuksesan selalu butuh kerja keras dan ketekunan. Dr. Linda Dewi Eriyanti dihadirkan sebagai Ketua Pusat Studi Gender UNEJ menyampaikan data-data terkait gambaran tingkat kemandirian, kesejahteraan dan keseteraan perempuan Jember. Sedangkan Ibu Nurhayati dihadirkan untuk menyampaikan perjuangan beliau sebagai ketua Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) dalam mengajarkan bahasa isyarat agar masyarakat lebih dapat berinteraksi dengan kaum tuna rungu. Talkshow makin asyik karena dipandu oleh host muda mumpuni, Devi Fitriah, dari RRI Jember. Acara ini juga dimeriahkan oleh grup band akustik Bijie.

 

Didik Suharijadi, ketua panitia dalam sambutan laporannya menyampaikan bahwa pada periode kedua lomba-lomba Jember Sae mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan literasi masyarakat Jember. Hal ini terlihat dari peningkatan kuantitas maupun kualitas karya peserta. “Di era society 5.0 ini masyarakat berkesempatan sama dalam menerima informasi, tetapi kemampuan untuk menyerap, mengolah, dan memanfaatkan informasi sangat tergantung pada kemampuan literasi individu-individu,” tutur Didik.

 

Lebih lanjut Didik menyampaikan bahwa di era society 5.0 kemampuan literasi masyarakat sangat penting untuk mendukung kemampuan berinteraksi global, kebijaksanaan memperlakukan informasi dan kemampuan menjaga kebanggaan menyandang identitas lokal. “Kami ingin dengan program Jember Sae 2021 ini masyarakat Jember makin menyadari bahwa pohon yang menjulang tinggi akarnya selalu kokoh menancap di bumi. Mari menjadi global dengan tetap bangga menjadi orang Jember,” tandasnya.

 

Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, S.I.K., M.H. dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kemampuan literasi masyarakat sangat besar pengaruhnya terhadap ketahanan ekonomi, keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kemampuan literasi terkait kemampuan dan kebijaksanaan masyarakat dalam menerima, memanfaatkan, dan menyebarkan informasi. Ini akan akan menentukan bagaimana masyarakat jember menyikapi segala situasi secara positif. Ketika pikirannya positif, kreativitasnya akan muncul, inovasi-inovasi akan berbuah solusi,” tutur Arif.

 

Agus Suratno mewakili dewan juri juga menyampaikan bahwa perkembangan kualitas karya para peserta menunjukkan bahwa keinginan berprestasi masyarakat Jember makin baik. Semestinya ini berkorelasi dengan kearifan dalam mengorientasikan manajemen waktu untuk berpikir dan berkegiatan positif. “Kita bisa bayangkan, jika makin banyak orang yang suka mengalokasikan tenaga dan pikirannya untuk berkarya, lambat laun self confidence dan self sufficient masyarakat akan meningkat. Orang-orang yang percaya diri lebih berpeluang untuk mandiri,” kata Agus Suratno.

 

Lomba-lomba Jember Sae Periode 2 ini memberikan hadiah kepada 33 orang yang karyanya telah ditetapkan sebagai karya-karya terbaik.

 

Choirul Anam mewakili LP2M Universitas Jember menyampaikan tema Jember Sae Periode Maret April akan mengangkat topik tentang lingkungan. Khusus lomba video pendek dan vlog topiknya adalah “Pemanfaatan Pembayaran Non Tunai untuk Usaha Kreatif Berbasis Lingkungan”. Topik untuk kategori status tulisan, status video, fotografi dan stand up comedy topiknya “Sungaiku Bagian penting dari Kehidupanku”. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here