Home Blog

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

0

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Operasi Sikat I Musi 2026 Masih Berjalan, 322 Kasus Sudah Diungkap Polda Sumsel–

 

Polda Sumatera Selatan bersama seluruh Polres jajaran mencatat pengungkapan 322 kasus selama lima hari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026.

Ratusan perkara tersebut mencakup dua sasaran utama, yakni tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak 131 perkara merupakan kasus 3C dengan 129 tersangka. Sementara itu, polisi juga mengungkap 191 kasus premanisme dan mengamankan 185 tersangka.

Jika digabungkan, jumlah tersangka yang diamankan dalam pengungkapan dua kelompok perkara tersebut mencapai 314 orang.

Capaian 322 kasus itu setara dengan sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk dua sasaran dalam Operasi Sikat I Musi 2026.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan operasi yang masih berlangsung.

Menurutnya, jajaran Polda Sumsel dan Polres terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran operasi.

“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme.Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., menambahkan bahwa pengungkapan yang dilakukan selama lima hari tidak hanya berasal dari target yang telah ditetapkan dalam operasi.

Jajaran kepolisian juga menindaklanjuti berbagai perkara yang ditemukan selama kegiatan operasional di lapangan.

“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” katanya.

Operasi Sikat I Musi 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Selama operasi masih berjalan, Polda Sumsel dan Polres jajaran akan melanjutkan kegiatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fokus kegiatan diarahkan pada upaya menekan tindak pidana 3C serta aksi premanismeyang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Pengungkapan 322 kasus dalam lima hari pertama menjadi bagian dari rangkaian Operasi Sikat I Musi 2026 yang masih terus dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di Sumatera Selatan.

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

0

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Operasi Sikat I Musi 2026 Masih Berjalan, 322 Kasus Sudah Diungkap Polda Sumsel–

 

Polda Sumatera Selatan bersama seluruh Polres jajaran mencatat pengungkapan 322 kasus selama lima hari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026.

Ratusan perkara tersebut mencakup dua sasaran utama, yakni tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak 131 perkara merupakan kasus 3C dengan 129 tersangka. Sementara itu, polisi juga mengungkap 191 kasus premanisme dan mengamankan 185 tersangka.

Jika digabungkan, jumlah tersangka yang diamankan dalam pengungkapan dua kelompok perkara tersebut mencapai 314 orang.

Capaian 322 kasus itu setara dengan sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk dua sasaran dalam Operasi Sikat I Musi 2026.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan operasi yang masih berlangsung.

Menurutnya, jajaran Polda Sumsel dan Polres terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran operasi.

“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme.Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., menambahkan bahwa pengungkapan yang dilakukan selama lima hari tidak hanya berasal dari target yang telah ditetapkan dalam operasi.

Jajaran kepolisian juga menindaklanjuti berbagai perkara yang ditemukan selama kegiatan operasional di lapangan.

“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” katanya.

Operasi Sikat I Musi 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Selama operasi masih berjalan, Polda Sumsel dan Polres jajaran akan melanjutkan kegiatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fokus kegiatan diarahkan pada upaya menekan tindak pidana 3C serta aksi premanismeyang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Pengungkapan 322 kasus dalam lima hari pertama menjadi bagian dari rangkaian Operasi Sikat I Musi 2026 yang masih terus dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di Sumatera Selatan.

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

0

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Berhasil Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Operasi Sikat I Musi 2026 Masih Berjalan, 322 Kasus Sudah Diungkap Polda Sumsel–

 

Polda Sumatera Selatan bersama seluruh Polres jajaran mencatat pengungkapan 322 kasus selama lima hari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026.

Ratusan perkara tersebut mencakup dua sasaran utama, yakni tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak 131 perkara merupakan kasus 3C dengan 129 tersangka. Sementara itu, polisi juga mengungkap 191 kasus premanisme dan mengamankan 185 tersangka.

Jika digabungkan, jumlah tersangka yang diamankan dalam pengungkapan dua kelompok perkara tersebut mencapai 314 orang.

Capaian 322 kasus itu setara dengan sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk dua sasaran dalam Operasi Sikat I Musi 2026.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan operasi yang masih berlangsung.

Menurutnya, jajaran Polda Sumsel dan Polres terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran operasi.

“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme.Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., menambahkan bahwa pengungkapan yang dilakukan selama lima hari tidak hanya berasal dari target yang telah ditetapkan dalam operasi.

Jajaran kepolisian juga menindaklanjuti berbagai perkara yang ditemukan selama kegiatan operasional di lapangan.

“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” katanya.

Operasi Sikat I Musi 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Selama operasi masih berjalan, Polda Sumsel dan Polres jajaran akan melanjutkan kegiatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fokus kegiatan diarahkan pada upaya menekan tindak pidana 3C serta aksi premanismeyang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Pengungkapan 322 kasus dalam lima hari pertama menjadi bagian dari rangkaian Operasi Sikat I Musi 2026 yang masih terus dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di Sumatera Selatan.

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Bersama Staf Logistik Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

0

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus, 314 Tersangka Diamankan

Operasi Sikat I Musi 2026 Masih Berjalan, 322 Kasus Sudah Diungkap Polda Sumsel–

 

Polda Sumatera Selatan bersama seluruh Polres jajaran mencatat pengungkapan 322 kasus selama lima hari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026.

Ratusan perkara tersebut mencakup dua sasaran utama, yakni tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

Dari total pengungkapan tersebut, sebanyak 131 perkara merupakan kasus 3C dengan 129 tersangka. Sementara itu, polisi juga mengungkap 191 kasus premanisme dan mengamankan 185 tersangka.

Jika digabungkan, jumlah tersangka yang diamankan dalam pengungkapan dua kelompok perkara tersebut mencapai 314 orang.

Capaian 322 kasus itu setara dengan sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk dua sasaran dalam Operasi Sikat I Musi 2026.

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa hasil tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan operasi yang masih berlangsung.

Menurutnya, jajaran Polda Sumsel dan Polres terus meningkatkan kegiatan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran operasi.

“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme.Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujarnya.

Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., menambahkan bahwa pengungkapan yang dilakukan selama lima hari tidak hanya berasal dari target yang telah ditetapkan dalam operasi.

Jajaran kepolisian juga menindaklanjuti berbagai perkara yang ditemukan selama kegiatan operasional di lapangan.

“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” katanya.

Operasi Sikat I Musi 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Selama operasi masih berjalan, Polda Sumsel dan Polres jajaran akan melanjutkan kegiatan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fokus kegiatan diarahkan pada upaya menekan tindak pidana 3C serta aksi premanismeyang dapat mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.

Pengungkapan 322 kasus dalam lima hari pertama menjadi bagian dari rangkaian Operasi Sikat I Musi 2026 yang masih terus dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di Sumatera Selatan.

Polda Sumsel Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

0

Polda Sumsel Gunakan Drone dan X-Fire Padamkan Karhutla di Oki

Palembang. Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengerahkan teknologi drone untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit didatangi personel di darat, terutama lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar dan minim sumber air. Dalam operasi ini, petugas juga memanfaatkan formula x-fire untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso mengatakan pemadaman dilakukan sejak Sabtu (26/09/2026) hingga Senin (28/09/2026). Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).

“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan x-fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” ujarnya.

Menurut Hery, penggunaan drone memungkinkan petugas menjangkau titik-titik yang sulit diakses melalui jalur darat. Teknologi tersebut juga menjadi solusi untuk wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.

Sebelum digunakan dalam penanganan karhutla di OKI, teknologi penyemprotan dari udara tersebut telah melalui serangkaian uji coba di Kabupaten Ogan Ilir.

Selain mengoptimalkan teknologi dalam pemadaman, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penggunaan teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat respons kepolisian dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan x-fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas,” kata Nandang.

Polda Sumsel, lanjut Nandang, terus mengedepankan pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi munculnya titik api baru sekaligus mencegah karhutla meluas.