















Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto merangkul komunitas suporter The Jakmania untuk bersama-sama menciptakan iklim sepakbola yang aman dan kondusif. Langkah ini dilakukan guna mendorong budaya suporter yang sportif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan oleh Komjen Dadang saat menggelar silaturahmi bareng The Jakmania di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan bahwa sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jakarta ini adalah barometer, dan The Jakmania juga mewakili warga Jakarta. Ketika polisi bersama The Jakmania bersama-sama menjaga kamtibmas, ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Komjen Dadang.
Kapolda juga berharap The Jakmania dapat menjadi teladan dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan bertanggung jawab. Menurutnya, sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap suporter, baik di dalam maupun di luar stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak The Jakmania untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian, termasuk membahas berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama.
“Semoga persahabatan kita semakin kuat, hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin baik. Kita semua terus menjadi sahabat sepanjang masa. Polisi dan The Jakmania semakin kuat. Polisi Bersama Masyarakat,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh suporter untuk terus menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, mari bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan sepak bola berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” kata Budi Hermanto.






Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto merangkul komunitas suporter The Jakmania untuk bersama-sama menciptakan iklim sepakbola yang aman dan kondusif. Langkah ini dilakukan guna mendorong budaya suporter yang sportif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan oleh Komjen Dadang saat menggelar silaturahmi bareng The Jakmania di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan bahwa sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jakarta ini adalah barometer, dan The Jakmania juga mewakili warga Jakarta. Ketika polisi bersama The Jakmania bersama-sama menjaga kamtibmas, ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Komjen Dadang.
Kapolda juga berharap The Jakmania dapat menjadi teladan dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan bertanggung jawab. Menurutnya, sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap suporter, baik di dalam maupun di luar stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak The Jakmania untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian, termasuk membahas berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama.
“Semoga persahabatan kita semakin kuat, hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin baik. Kita semua terus menjadi sahabat sepanjang masa. Polisi dan The Jakmania semakin kuat. Polisi Bersama Masyarakat,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh suporter untuk terus menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, mari bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan sepak bola berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” kata Budi Hermanto.






Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto merangkul komunitas suporter The Jakmania untuk bersama-sama menciptakan iklim sepakbola yang aman dan kondusif. Langkah ini dilakukan guna mendorong budaya suporter yang sportif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan oleh Komjen Dadang saat menggelar silaturahmi bareng The Jakmania di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan bahwa sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jakarta ini adalah barometer, dan The Jakmania juga mewakili warga Jakarta. Ketika polisi bersama The Jakmania bersama-sama menjaga kamtibmas, ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Komjen Dadang.
Kapolda juga berharap The Jakmania dapat menjadi teladan dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan bertanggung jawab. Menurutnya, sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap suporter, baik di dalam maupun di luar stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak The Jakmania untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian, termasuk membahas berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama.
“Semoga persahabatan kita semakin kuat, hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin baik. Kita semua terus menjadi sahabat sepanjang masa. Polisi dan The Jakmania semakin kuat. Polisi Bersama Masyarakat,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh suporter untuk terus menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, mari bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan sepak bola berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” kata Budi Hermanto.






Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto merangkul komunitas suporter The Jakmania untuk bersama-sama menciptakan iklim sepakbola yang aman dan kondusif. Langkah ini dilakukan guna mendorong budaya suporter yang sportif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan oleh Komjen Dadang saat menggelar silaturahmi bareng The Jakmania di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan bahwa sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jakarta ini adalah barometer, dan The Jakmania juga mewakili warga Jakarta. Ketika polisi bersama The Jakmania bersama-sama menjaga kamtibmas, ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Komjen Dadang.
Kapolda juga berharap The Jakmania dapat menjadi teladan dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan bertanggung jawab. Menurutnya, sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap suporter, baik di dalam maupun di luar stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak The Jakmania untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian, termasuk membahas berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama.
“Semoga persahabatan kita semakin kuat, hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin baik. Kita semua terus menjadi sahabat sepanjang masa. Polisi dan The Jakmania semakin kuat. Polisi Bersama Masyarakat,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh suporter untuk terus menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, mari bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan sepak bola berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” kata Budi Hermanto.






Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto merangkul komunitas suporter The Jakmania untuk bersama-sama menciptakan iklim sepakbola yang aman dan kondusif. Langkah ini dilakukan guna mendorong budaya suporter yang sportif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ibu Kota.
Hal itu disampaikan oleh Komjen Dadang saat menggelar silaturahmi bareng The Jakmania di Aula Lantai 2 Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026). Pada kesempatan itu, Kapolda menekankan bahwa sebagai suporter Persija Jakarta, The Jakmania memiliki peran penting sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Jakarta ini adalah barometer, dan The Jakmania juga mewakili warga Jakarta. Ketika polisi bersama The Jakmania bersama-sama menjaga kamtibmas, ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Komjen Dadang.
Kapolda juga berharap The Jakmania dapat menjadi teladan dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan bertanggung jawab. Menurutnya, sportivitas menjadi nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap suporter, baik di dalam maupun di luar stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak The Jakmania untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian, termasuk membahas berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan bersama.
“Semoga persahabatan kita semakin kuat, hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin baik. Kita semua terus menjadi sahabat sepanjang masa. Polisi dan The Jakmania semakin kuat. Polisi Bersama Masyarakat,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengajak seluruh suporter untuk terus menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama.
“Melalui semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dan ‘Kerja Melayani Jakarta’, mari bersama-sama menjaga agar setiap pertandingan sepak bola berlangsung aman, tertib, dan nyaman,” kata Budi Hermanto.



JAKARTA – Polda Metro Jaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk membuka akses pelatihan keterampilan dan peluang kerja bagi masyarakat melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Rumah Walet Indonesia dan PT Trigunapratama Abadi di Aula TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026).
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, program POLIRAN merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur pemerintah daerah dan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendataan pencari kerja, membuka akses pelatihan keterampilan, serta menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha.
Kapolda menjelaskan, POLIRAN merupakan salah satu program prioritas Kapolri yang mendorong kepolisian berperan aktif membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja.
“Sehingga kemudian dalam program Polisi Bersama Masyarakat, Bapak Kapolri menekankan adanya POLIRAN, Polisi Peduli Pengangguran,” ujarnya.
Dalam implementasinya, jajaran kepolisian mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek dilibatkan untuk memetakan dan mendata masyarakat yang membutuhkan pekerjaan



JAKARTA – Polda Metro Jaya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk membuka akses pelatihan keterampilan dan peluang kerja bagi masyarakat melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN). Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Rumah Walet Indonesia dan PT Trigunapratama Abadi di Aula TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026).
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, program POLIRAN merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur pemerintah daerah dan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendataan pencari kerja, membuka akses pelatihan keterampilan, serta menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha.
Kapolda menjelaskan, POLIRAN merupakan salah satu program prioritas Kapolri yang mendorong kepolisian berperan aktif membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja.
“Sehingga kemudian dalam program Polisi Bersama Masyarakat, Bapak Kapolri menekankan adanya POLIRAN, Polisi Peduli Pengangguran,” ujarnya.
Dalam implementasinya, jajaran kepolisian mulai dari Polda, Polres, hingga Polsek dilibatkan untuk memetakan dan mendata masyarakat yang membutuhkan pekerjaan