Home Blog

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

0
Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

0
Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda Bersatu Lawan Hoaks dan Provokasi

0

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda Bersatu Lawan Hoaks dan Provokasi

0

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda Bersatu Lawan Hoaks dan Provokasi

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

0

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

0

Polda Metro Jaya dan Mahasiswa Deklarasikan Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks dan Provokasi

Antara

Jakarta. Polda Metro Jaya bersama mahasiswa dan tokoh masyarakat menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan generasi muda sekaligus menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mengapresiasi semangat para pemuda yang mengikuti deklarasi tersebut. Ia menegaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan pada masa lalu, terutama karena pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.

“Kalau di zaman dulu mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” kata Raffi.

Ia mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Deklarasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan diikuti sekitar 100 mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurut dia, deklarasi ini harus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan sekaligus mendorong kontribusi positif generasi muda bagi bangsa.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Budi.

Senada dengan itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung berharap ikrar yang disampaikan para mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diucapkan saat kegiatan berlangsung.

“Semoga apa yang menjadi deklarasi itu bukan hanya terucap, tapi menjadi hakiki yang ada dalam sanubari kita sekalian,” ujar Reynold.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama untuk negeri. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan mahasiswa.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi persaudaraan, menghormati perbedaan, serta mengutamakan dialog terbuka sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Melalui deklarasi tersebut, generasi muda diharapkan semakin aktif menyebarkan pesan positif, menjaga kerukunan, dan berperan dalam mewujudkan Indonesia yang damai serta bersatu.

(Ad/hn/rs)

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

0

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

SULAWESI UTARA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan perairan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian hingga organisasi lingkungan dan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui kunjungan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara ke organisasi No-Trash Triangle Initiative (NTTI), Rabu (28/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bertemu dengan Ishella Siage-Bullet, Project Manager River Barrier NTTI, untuk melihat secara langsung aktivitas organisasi tersebut dalam mengendalikan sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan dalam menjaga kebersihan sungai, kawasan pesisir, serta ekosistem laut di Sulawesi Utara.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program River Barrier di jembatan yang melintasi aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Dirpolairud Polda Sulut memantau langsung aktivitas staf NTTI yang menjalankan program tersebut sebagai langkah pengendalian sampah sungai sebelum terbawa hingga ke laut.

Program River Barrier merupakan salah satu upaya untuk menahan dan mengendalikan sampah yang mengalir di sungai. Melalui pendekatan ini, sampah dapat dikumpulkan sebelum menyebar lebih jauh dan berpotensi mencemari lingkungan perairan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sungai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan pesisir dan laut. Sampah yang tidak tertangani di wilayah hulu maupun sepanjang aliran sungai dapat terbawa arus hingga ke muara dan akhirnya mencemari ekosistem laut.

Karena itu, pengendalian sampah dari aliran sungai menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi potensi pencemaran perairan. Selain membutuhkan sarana pendukung, upaya ini juga memerlukan konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui pemantauan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut dapat melihat secara langsung aktivitas lapangan yang dilakukan NTTI dalam menjalankan program River Barrier. Pertemuan dengan Ishella Siage-Bullet juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan mendorong kerja sama dalam mendukung pelestarian lingkungan perairan.

Sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan sungai dan laut. Upaya menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan sampah yang sudah mencemari perairan, tetapi juga mencakup langkah pencegahan agar sampah tidak terus mengalir menuju kawasan pesisir.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas dampak kegiatan pelestarian lingkungan. Kepolisian, organisasi lingkungan, pemerintah, dan masyarakat dapat saling mendukung melalui edukasi, pengawasan, serta kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan perairan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Sungai yang bersih berkontribusi terhadap kesehatan ekosistem, sementara laut yang terjaga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Keberhasilan menjaga kebersihan perairan tidak dapat hanya bergantung pada satu pihak. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu berjalan beriringan dengan program pengendalian sampah dan kerja sama antarlembaga.

Melalui kegiatan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bersama NTTI diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung upaya menjaga kebersihan sungai, pesisir, dan laut di Sulawesi Utara.

Semangat ini sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.

Dengan memperkuat sinergi serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, upaya melindungi sungai dan laut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan untuk generasi mendatang.

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

0

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

Sampah Sungai Ancaman Laut, Dirpolairud Polda Sulut Pantau River Barrier

SULAWESI UTARA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan perairan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian hingga organisasi lingkungan dan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui kunjungan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara ke organisasi No-Trash Triangle Initiative (NTTI), Rabu (28/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bertemu dengan Ishella Siage-Bullet, Project Manager River Barrier NTTI, untuk melihat secara langsung aktivitas organisasi tersebut dalam mengendalikan sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan dalam menjaga kebersihan sungai, kawasan pesisir, serta ekosistem laut di Sulawesi Utara.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program River Barrier di jembatan yang melintasi aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Dirpolairud Polda Sulut memantau langsung aktivitas staf NTTI yang menjalankan program tersebut sebagai langkah pengendalian sampah sungai sebelum terbawa hingga ke laut.

Program River Barrier merupakan salah satu upaya untuk menahan dan mengendalikan sampah yang mengalir di sungai. Melalui pendekatan ini, sampah dapat dikumpulkan sebelum menyebar lebih jauh dan berpotensi mencemari lingkungan perairan.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sungai memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan pesisir dan laut. Sampah yang tidak tertangani di wilayah hulu maupun sepanjang aliran sungai dapat terbawa arus hingga ke muara dan akhirnya mencemari ekosistem laut.

Karena itu, pengendalian sampah dari aliran sungai menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi potensi pencemaran perairan. Selain membutuhkan sarana pendukung, upaya ini juga memerlukan konsistensi pelaksanaan serta keterlibatan berbagai pihak agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui pemantauan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut dapat melihat secara langsung aktivitas lapangan yang dilakukan NTTI dalam menjalankan program River Barrier. Pertemuan dengan Ishella Siage-Bullet juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan mendorong kerja sama dalam mendukung pelestarian lingkungan perairan.

Sinergi antara kepolisian dan organisasi lingkungan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan sungai dan laut. Upaya menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan penanganan sampah yang sudah mencemari perairan, tetapi juga mencakup langkah pencegahan agar sampah tidak terus mengalir menuju kawasan pesisir.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas dampak kegiatan pelestarian lingkungan. Kepolisian, organisasi lingkungan, pemerintah, dan masyarakat dapat saling mendukung melalui edukasi, pengawasan, serta kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan perairan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Sungai yang bersih berkontribusi terhadap kesehatan ekosistem, sementara laut yang terjaga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Keberhasilan menjaga kebersihan perairan tidak dapat hanya bergantung pada satu pihak. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu berjalan beriringan dengan program pengendalian sampah dan kerja sama antarlembaga.

Melalui kegiatan tersebut, Dirpolairud Polda Sulut bersama NTTI diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung upaya menjaga kebersihan sungai, pesisir, dan laut di Sulawesi Utara.

Semangat ini sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat, bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.

Dengan memperkuat sinergi serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, upaya melindungi sungai dan laut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perairan untuk generasi mendatang.

Dirpolairud Polda Sulut Tinjau Pos Pantau Air

0

Dirpolairud Polda Sulut Tinjau Pos Pantau Air

Sumber: berita Sulawesi

Sumber: berita Sulawesi

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana banjir, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., meninjau Pos Pantau Air Tondano di Kelurahan Dendengan Luar, Kabupaten Minahasa, Rabu (28/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol. Bayuaji didampingi Kasubdit Patroli Polairud Polda Sulut, Kompol Thalib. Kedatangan rombongan disambut petugas penjaga pos pantau, Ibu Wati. Mereka kemudian melakukan peninjauan langsung terhadap kawasan bendungan dan kondisi aliran sungai sebagai bagian dari upaya memantau potensi peningkatan debit air.

 

Kombes Pol. Bayuaji menegaskan bahwa pemantauan kondisi sungai perlu dilakukan secara rutin, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak banjir. Langkah antisipatif tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kewaspadaan terhadap ancaman banjir harus menjadi perhatian bersama dan tidak hanya dilakukan ketika musim hujan tiba. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan agar perubahan kondisi air dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Selain memastikan kondisi pos pantau, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem peringatan dini di lingkungan masyarakat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan perubahan debit air, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Polairud Polda Sulut juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, petugas pemantau, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Melalui koordinasi yang baik, upaya pencegahan dan penanganan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terukur.

Kombes Pol. Bayuaji menegaskan bahwa kehadiran Polairud merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui langkah-langkah pencegahan bencana.

Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi landasan dalam membangun kepedulian dan kesiapsiagaan bersama. Dengan pemantauan rutin serta kerja sama seluruh pihak, potensi ancaman banjir diharapkan dapat diantisipasi lebih dini demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.

Ditpolairud Polda Sulut Gelar Latihan SAR dan Survei Sungai Tondano, Antisipasi Potensi Banjir

0

Ditpolairud Polda Sulut Gelar Latihan SAR dan Survei Sungai Tondano, Antisipasi Potensi Banjir

BITUNG TODAY
MANADO | Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara melaksanakan latihan Search and Rescue (SAR) sekaligus survei kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan strategis ini digelar sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya ancaman banjir yang kerap melanda wilayah tersebut menjelang puncak musim hujan.

Latihan yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. Dalam operasionalnya, ia didampingi oleh AKP Sumaji serta sejumlah perwira lainnya dari jajaran Ditpolairud. Kehadiran pimpinan secara langsung menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam memastikan standar prosedur operasi tetap (SOP) pencarian dan pertolongan berjalan optimal di lapangan.
Sebanyak 30 personel dikerahkan dalam misi ini dengan menggunakan empat unit perahu karet untuk melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Tondano. Rute operasi dimulai dari Desa Maumbi di Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, dan berlanjut mengikuti arus sungai hingga mencapai kawasan Sindulang di Kota Manado. Penyebaran personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) perairan ini dirancang untuk mencakup titik-titik kritis yang rawan terhadap luapan air.
Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan bahwa agenda hari ini memiliki dua tujuan utama, yaitu peningkatan kapabilitas teknis SAR bagi anggota dan pemetaan kondisi fisik sungai. Menurutnya, survei menjelang musim hujan sangat krusial untuk mengidentifikasi hambatan aliran air yang mungkin tidak terlihat dari darat. “Kami menggunakan empat perahu karet dengan melibatkan 30 personel yang menyusuri sungai dari wilayah Maumbi, Minahasa Utara, hingga Sindulang, Manado,” ujar Bayuaji saat memberikan keterangan di lokasi.
Selama proses penyisiran, tim menemukan beberapa titik potensial yang dapat menghambat debit air, berupa tumpukan kayu dan bambu yang tersangkut di badan sungai. Temuan ini menjadi atensi khusus karena material tersebut berpotensi menjadi bendungan alami ketika curah hujan tinggi terjadi, yang pada akhirnya dapat memicu meluapnya air ke pemukiman warga. Kondisi ini menegaskan pentingnya pembersihan rutin terhadap objek-objek penghalang aliran sungai.
Menanggapi temuan tersebut, Ditpolairud Polda Sulut berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan Balai Sungai serta instansi pemerintah terkait lainnya guna melakukan penanganan lebih lanjut. Kolaborasi antar-lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi sungai sebelum intensitas hujan meningkat. Langkah koordinasi ini merupakan bagian dari pendekatan holistik dalam manajemen risiko bencana yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Selain aspek teknis dan infrastruktur, Kombes Pol. Bayuaji juga menyoroti isu lingkungan dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke DAS Tondano. Ia menekankan bahwa sampah yang terbawa arus tidak hanya mencemari ekosistem, tetapi juga berpotensi menyumbat saluran air dan merusak keindahan kawasan pesisir hingga perairan Teluk Manado dan Taman Nasional Bunaken. “Perahu karet yang kita gunakan ini berasal dari uang rakyat. Karena itu, kita harus hadir untuk masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA
Di sela-sela kegiatan operasional, personel Ditpolairud juga melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat dengan membagikan bantuan sembako kepada warga yang tinggal di bantaran sungai. Selain bantuan materiil, polisi juga menyampaikan imbauan edukatif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap tanda-tanda banjir. Apresiasi disampaikan oleh seorang warga bernama Julius, yang menilai upaya kolaboratif antara kepolisian dan masyarakat ini sangat membantu dalam membangun ketahanan komunitas terhadap bencana.
Pelaksanaan latihan SAR di DAS Tondano ini ditutup pada pukul 16.00 Wita setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai prosedur keselamatan. Melalui inisiatif ini, Ditpolairud Polda Sulut berupaya memperkuat sinergitas antara kesiapsiagaan operasional, kepedulian lingkungan, dan pelayanan publik. Upaya tersebut menjadi wujud nyata pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi menghadapi tantangan alam.