Kapolda Sumsel Pimpin Peletakan Batu Pertama Monumen Juang Polisi


Jakarta – Polda Sumatera Selatan memulai pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan melalui peletakan batu pertama di lingkungan Mapolda Sumsel, Kamis (27/8). Pembangunan monumen ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Juang Polri yang bertujuan merawat sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, sekaligus mewariskan nilai perjuangan kepada generasi penerus Polri.
Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan Eka Sandi Nugroho. Turut mendampingi Wakapolda Sumsel dan jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel.
Monumen Juang Polisi dirancang bukan sekadar sebagai bangunan monumental, melainkan sebagai ruang ingatan yang menggambarkan perjalanan panjang kepolisian di Sumatera Selatan. Perjalanan tersebut terentang mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga pengabdian Polri kepada masyarakat pada era Presisi.
Relief monumen akan memuat lima tema besar perjalanan kepolisian. Kelima tema itu meliputi masa penjajahan Belanda dan Jepang, pengibaran Merah Putih pada 1945, perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1949, pembentukan dan perkembangan Polda Sumsel, serta pengabdian Polda Sumsel kepada masyarakat pada masa kini.
Salah satu peristiwa yang diabadikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih di Kantor Polisi 10 Ulu Palembang pada akhir Agustus 1945. Sekitar 100 anggota polisi saat itu mengikuti upacara yang dilanjutkan dengan sumpah kesetiaan kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu penanda keberpihakan anggota kepolisian kepada Republik. Jejak perjuangan polisi bersama tentara, laskar, dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan juga menjadi bagian penting dari relief.
Relief tersebut turut memuat Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang pada 1-5 Januari 1947. Kiprah sejumlah tokoh kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan hingga 1949 turut diabadikan.
Karo SDM Polda Sumsel Sudrajat Hariwibowo, selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Monumen, menegaskan komitmennya menggali sejarah perjuangan polisi di Sumatera Selatan.
“Materi sejarah disusun dengan mengacu pada arsip dan dokumen kepolisian, literatur sejarah, dokumentasi foto dan media, serta keterangan keluarga maupun ahli waris pelaku sejarah. Salah satunya diperkuat melalui keterangan keluarga almarhum Agus Cik Bakri, yang telah dikunjungi secara langsung oleh Kapolda dalam kegiatan anjangsana,” ujar Sudrajat Hariwibowo, Karo SDM Polda Sumsel.
Terkait detail dan ketahanan estetika, Karo SDM juga menyampaikan alasan spesifik pemilihan material monumen.
“Lempengan relief akan dikerjakan oleh pengrajin dari Boyolali dengan menggunakan plat tembaga premium yang memiliki ketebalan dan berat keseluruhan kurang lebih 360 kilogram. Bahan tersebut dipilih agar bentuk ukiran dapat lebih timbul, detail relief lebih maksimal, serta memiliki kekuatan dan daya tahan yang panjang,” terang Sudrajat dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).
Keseluruhan pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Selain merekam sejarah masa lalu, bagian relief juga akan menggambarkan wajah Polda Sumsel pada era Presisi. Gambaran ini mencakup pelayanan publik, ketahanan pangan, tata kelola sumur minyak masyarakat, Command Center, bantuan sosial, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga sinergi Forkopimda sebagai Super Team.
Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya mengatakan pembangunan monumen tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel. Pengabdian Polri hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.
“Monumen ini bukan hanya untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menghidupkan nilai perjuangan itu dalam setiap pelaksanaan tugas. Generasi Polri saat ini harus menjaga warisan tersebut melalui integritas, profesionalisme, prestasi, dan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Nandang.
Monumen yang mengusung semangat ‘Merawat Ingatan, Menghormati Pengabdian, dan Mewariskan Nilai Perjuangan’ itu diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi personel Polri, generasi muda, dan masyarakat mengenai perjalanan kepolisian di Bumi Sriwijaya.
Melalui pembangunan Monumen Juang Polisi Sumatera Selatan, Polda Sumsel ingin memastikan sejarah perjuangan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai keberanian, pengorbanan, kesetiaan kepada NKRI, serta pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus hidup dan menjadi semangat bagi setiap personel.
Setiap personel diharapkan tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi turut menciptakan sejarah melalui pengabdian terbaiknya.
